Bekasi, Gesuri.id — Dinamika politik di Kabupaten Bekasi kian memanas seiring mengemukanya wacana pengisian posisi Wakil Bupati Bekasi. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi melayangkan kritik keras kepada partai koalisi pengusung pasangan Ade Kuswara Kunang–Asep Surya Atmaja yang dinilai terlalu terburu-buru menyodorkan nama kader.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun, mengimbau partai-partai dalam koalisi Pilkada 2024—seperti Partai Buruh, PPP, dan PBB—untuk tetap menjaga etika politik serta merawat keharmonisan internal.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Jiovanno menyentil manuver Partai Buruh dan PPP yang mendesak pembicaraan mengenai kandidat wakil bupati. Menurutnya, pembicaraan mengenai pembagian jabatan yang terlalu dini ini sangat tidak etis dan terkesan tidak berempati.
“Mohon maaf, orang meninggal saja ada tradisi Yasinan 40 hari. Ini 40 hari saja belum, sudah langsung bicara wakil bupati. Sama halnya seperti orang meninggal, belum 40 hari sudah meributkan harta warisan, kan tidak bagus. Hal ini yang harus dipahami oleh teman-teman,” tegas Jiovanno, Kamis (15/10/2026).
Jiovanno menjelaskan bahwa kemenangan pasangan Ade–Asep merupakan hasil kerja keras bersama empat partai pengusung. Namun, ia mengingatkan logika politik formal: jika Asep Surya Atmaja yang semula diusung partai koalisi naik menjadi bupati definitif, maka jatah posisi wakil bupati secara rasional menjadi hak PDI Perjuangan.
“Ketika Dokter Asep menjadi bupati, secara umum jatah wakilnya adalah milik PDI Perjuangan. Partai Buruh, PPP, dan PBB sudah terwakili oleh Dokter Asep di posisi bupati. Jadi, wakil bupati seharusnya dari kader PDI Perjuangan,” terangnya.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Kendati demikian, Jiovanno membantah tuduhan bahwa PDI Perjuangan berambisi merebut kekuasaan atau telah menyiapkan nama tertentu. Ia menegaskan, partainya saat ini fokus mendukung Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, agar dapat bekerja maksimal demi masyarakat tanpa terdistraksi oleh pembagian kekuasaan.
“Biarkan Dokter Asep bekerja dan fokus terlebih dahulu. Kita tunggu Pak Bupati mengajak rapat bersama untuk menentukan arah koalisi ke depan,” pungkasnya.

















































































