Ikuti Kami

Fraksi PDI Perjuangan: Optimalisasikan BUMDes dan Koperasi Tani Guna Entaskan Kemiskinan

Upaya tersebut perlu diarahkan pada penguatan ekonomi warga agar masyarakat memiliki pendapatan dan kemandirian ekonomi yang lebih baik.

Fraksi PDI Perjuangan: Optimalisasikan BUMDes dan Koperasi Tani Guna Entaskan Kemiskinan
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Ony Setiawan.

Tuban, Gesuri.id - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi tani sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat untuk mendukung pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan Kabupaten Tuban. 

Menurutnya, upaya tersebut perlu diarahkan pada penguatan ekonomi warga agar masyarakat memiliki pendapatan dan kemandirian ekonomi yang lebih baik.

“Solusi utama yang mendesak diterapkan mencakup tiga pilar utama. Yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar,” ujar Ony, Senin (5/10/2026).

Legislator yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban itu menilai pengentasan kemiskinan di pedesaan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Diperlukan strategi terpadu yang mampu mengurangi beban masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

Menurut Ony, peningkatan pendapatan masyarakat dapat didorong melalui penguatan sektor ekonomi lokal, terutama pertanian, perikanan, dan UMKM. Penguatan tersebut perlu dibarengi dengan pendampingan digital serta kemudahan akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga pelaku usaha desa memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan usahanya.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja lokal melalui Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dinilai penting. Skema tersebut dapat memberikan penghasilan secara langsung kepada warga miskin melalui keterlibatan mereka dalam berbagai pembangunan di desa.

Ony menegaskan, BUMDes dan koperasi tani memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem ekonomi desa. Menurutnya, kedua kelembagaan tersebut perlu dioptimalkan agar tidak hanya menjadi kelembagaan administratif, tetapi benar-benar mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur penghubung, seperti akses jalan desa, penerangan, hingga jaringan internet, juga perlu dipercepat untuk melancarkan distribusi hasil bumi dan membuka peluang pasar baru bagi potensi desa di Tuban,” paparnya.

Menurutnya, penguatan kelembagaan ekonomi desa harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Akses jalan yang baik, penerangan, dan jaringan internet akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperluas akses produk desa menuju pasar.

Dengan dukungan tersebut, Ony berharap potensi pertanian, perikanan, maupun UMKM di pedesaan tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat berkembang hingga pemasaran dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Di sisi lain, Ony menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam upaya pengentasan kemiskinan di pedesaan. Pemerintah daerah, kelembagaan desa, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pengentasan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Ony menambahkan, struktur PDI Perjuangan Kabupaten Tuban juga siap hadir di tengah masyarakat untuk mengawal dan mendampingi proses pemberdayaan secara berkesinambungan.

“PDI Perjuangan Kabupaten Tuban juga menugaskan pengurus partainya untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat desa guna meningkatkan kesadaran sosial, memperkuat solidaritas, dan menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah,” pungkasnya.

Quote