Ikuti Kami

Gelorakan Sinau Pancasila, Eko Suwanto Sebut Kirab Budaya Tresno Pancasila Digelar 6 Juni 2026 Di Yogyakarta

Bulan Bung Karno, Eko Suwanto Sebut Kirab Budaya Tresno Pancasila Akan Digelar Di Yogyakarta, Kapan & Dimana?

Gelorakan Sinau Pancasila, Eko Suwanto Sebut Kirab Budaya Tresno Pancasila Digelar 6 Juni 2026 Di Yogyakarta
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto.

Yogyakarta, Gesuri.id - Memasuki Bulan Bung Karno tahun 2026, Komisi A DPRD DIY kembali membuka ruang belajar untuk membangun spirit dan semangat mencintai Indonesia dari Jogja. 

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY menjelaskan, Bulan Juni menjadi momentum sakral untuk memahami dan menghayati makna sejarah bangsa, yang diawali dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, disusul hari lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901, serta khaul tepat pada hari wafatnya Sang Proklamator Bung Karno 21 Juni 1970.

"Yogyakarta memegang peran penting dalam sejarah revolusi kemerdekaan bersama daerah lain, bahkan menjadi ibu kota revolusi Indonesia pada 4 Januari 1946 hingga 27 Desember 1949. Bung Karno dan Bung Hatta bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Pakualam VIII berperan penting dalam menjaga NKRI dengan Jogja sebagai Ibukota Revolusi pada masa itu", ujar Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto, Kamis (4/6/2026).

Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak

Dalam bingkai sejarah BPUPK bersama Bung Karno, ada tokoh-tokoh besar dari Yogyakarta seperti Ki Bagus Hadikusumo, BPH Puruboyo, BPH Bintoro, dan Ki Hadjar Dewantara, serta KH Abdul Kahar Muzakir berpartisipasi aktif sebagai perumus Pancasila. 

"Atas dasar sejarah kuat ini, inisiatif PDI Perjuangan bersama DPRD dan Pemda DIY menghadirkan Perda No. 1 Tahun 2022 yang mengamanatkan untuk terus menggelorakan Pancasila, mengokohkan NKRI, serta menghormati konstitusi dan keistimewaan DIY," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan. 

Melalui kirab budaya, yang digelar Sabtu (6/6/2026) menjadi cara kebudayaan menghadapi tantangan zaman yang memerlukan perhatian serius dan desain kebudayaan untuk melawannya. 

"Ada berbagai tantangan dan ancaman serius mulai tindakan intoleransi, radikalisme, terorisme, hingga kejahatan luar biasa di mana anak usia sekolah yang memakan korban meninggal dunia. Tantangan dan ancaman ini harus segera diatasi, Pemda harus sinergi kolaborasi dengan kakuatan masyarakat selesaikan tantangan dan ancaman yang ada," kata Eko Suwanto. 

Keprihatinan juga mendalam atas masih terjadinya praktik korupsi dan suap di lembaga negara, seperti proses hukum oleh KPK di Kementerian Imigrasi. Ditambah lagi, DIY masih menghadapi masalah klasik berupa kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan wilayah. Fenomena ini menegaskan bahwa perlawanan terhadap korupsi dan gratifikasi tidak hanya membutuhkan pendekatan hukum dan politik, melainkan juga pendekatan kebudayaan untuk menemukan jalan keluar yang komprehensif.

Sebagai solusi, dibangun langkah ideologisasi melalui pembatinan Pancasila demi mewujudkan masyarakat yang berketuhanan Yang Maha Esa, menolak intoleransi, mengembangkan tenggang rasa, serta tegas menolak korupsi. Nilai-nilai perikemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial dihidupkan kembali. Melalui inisiatif Komisi A DPRD DIY dan difasilitasi oleh Sekretariat DPRD DIY, digelar program Sinau Pancasila dan Sinau Bhinneka Tunggal Ika untuk masyarakat umum melalui pola kebudayaan.

"Wujud nyata dari gerakan ini adalah gelaran Kirab Budaya Tresno Pancasila 2026 sebagai ruang kebudayaan atas pembatinan praktik Pancasila. Kata "Tresno" merepresentasikan batin yang mendalam, keikhlasan, dan rela berkorban layaknya para pendiri bangsa," kata Eko Suwanto. 

Eko Suwanto menjelaskan acara seni dan budaya ini akan dimeriahkan oleh barisan marching band dengan gerak kokohnya, paguyuban bergada, sanggar seni, kampung wisata, culture tourism, paguyuban onthel, hingga komunitas carnival. Kehadiran Paguyuban Dimas Diajeng DIY dan Paskibraka menjadi krusial karena mereka adalah representasi generasi muda yang meletakkan dasar-dasar budi pekerti, pengetahuan, dan karakter bangsa. 

"Kirab yang berlangsung  pada 6 Juni 2026 pukul 14.30 wib ini diharapkan mampu membangkitkan gairah wisatawan sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat lokal, " kata Eko Suwanto. 

Baca: Ganjar Ajak Kader PDI Perjuangan Perkuat Demokrasi

Sementata itu, wakil peserta kirab dari Purna Paskibraka seperti Hanan Lukita Sakti (Paskibraka 2022) menyampaikan Generasi muda diharapkan mampu menjadi pioner, merangkul teman sejawat di sekolah, serta menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. 

"Pancasila harus menjadi tameng bagi anak muda dalam menyaring pengaruh negatif dari perkembangan peradaban dunia saat ini, " katanya. 

Senada dengan hal tersebut, Rizky Nur Setyo Nugroho selaku Dimas DIY 2025 (Dimas Seno), mengajak anak muda untuk menjadikan kegiatan ini sebagai wadah menggaungkan semangat "Jasmerah" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) agar Pancasila dan kebhinekaan tetap selaras. 

Kirab Budaya akan dimulai pada pukul 14.30 WIB, mengambil rute dari halaman Kantor DPRD DIY, melakukan perform di sepanjang Malioboro, dan berakhir di Taman Pintar agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemeriahannya.

Quote