Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan Ketua DPR RI Puan Maharani sangat peduli pada kesuksesan hilirisasi mineral.
Hal itu terungkap ketika Puan dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke wilayah pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, baru-baru ini.
Pada kesempatan itu, Puan berharap smelter Gresik dapat dirampungkan pada Mei 2024.
Baca: Mengulik Gaya Kepemimpinan Transformasional Ganjar Pranowo

"Harapan mbak Puan itu sangat tepat, sebab saat ini smelter dengan kapasitas yang memadai belum tersedia di negeri ini, karena itu smelter kedua Freeport di Gresik itu hendaknya beroperasi sesuai target pada Mei 2024," ungkap Gus Falah, Senin (11/12/2023).
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, untuk saat ini hanya ada smelter PT Smelting Gresik yang mengolah konsentrat tembaga di dalam negeri dengan kapasitas 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun, ditambah rencana pengembangan kapasitas sebesar 300.000 ton per tahun.
Menurut Gus Falah, kemampuan PT Smelting menyerap konsentrat tembaga itu tak mampu mengakomodir volume produksi PT Freeport Indonesia yang sudah mencapai 3 juta ton per tahun.
Karena itu, tambah Gus Falah, smelter tembaga kedua milik Freeport harus beroperasi Mei 2024, agar kepastian penyerapan produksi konsentrat Freeport terjamin.

Baca: 3 Bandara Dibangun di Era Ganjar
"Apalagi, smelter kedua di Gresik ini juga kapasitas penuhnya baru terrealisasi di kuartal akhir 2024, maka apa jadinya bila jadwal beroperasinya di Mei 2024 molor?," tegas Anggota DPR Dapil Jatim X yang meliputi Lamongan-Gresik ini.
Seperti diketahui, smelter Freeport atau yang dikenal juga dengan nama smelter Manyar merupakan fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga kedua milik PT Freeport Indonesia yang dibangun di lahan dengan luas total sekitar 100 hektar dengan kapasitas pengolahan konsentrat sebesar 1,7 juta ton/tahun.
Ini merupakan smelter kedua yang dimiliki Freeport Indonesia, setelah smelter pertama yang dibangun tahun 1996, dan dikelola oleh PT Smelting.

















































































