Bekasi, Gesuri.id – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno, S.M., menegaskan peringatan Hari Kartini 2026 harus menjadi momentum memperkuat perjuangan perempuan Indonesia, khususnya di Kabupaten Bekasi, untuk mewujudkan Trisakti Bung Karno: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Habis Gelap Terbitlah Terang bukan sekadar jargon. Itu amanat perjuangan. Kartini menyalakan obor emansipasi, dan kita sebagai kader PDI Perjuangan wajib menjaga api itu tetap menyala hingga ke pelosok desa di Kabupaten Bekasi,” kata Nyumarno dalam keterangan tertulis, Senin (21/4).
Sarinah: Ideologi Perjuangan Perempuan Marhaenis
Nyumarno mengutip konsep Sarinah yang digagas Bung Karno sebagai ideologi perjuangan perempuan Indonesia. Menurutnya, Sarinah adalah simbol perempuan yang tidak hanya kuat dalam diam, tetapi juga berani dalam perjuangan.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
“Jika Raden Ajeng Kartini menyalakan terang dari balik kegelapan, maka Sarinah menjaga api itu tetap hidup di tengah zaman yang terus berubah. Perempuan bukan sekadar pelengkap, tetapi penggerak peradaban—dengan cinta, keberanian, dan kesadaran akan perannya dalam membangun bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan, di era modern ini Sarinah hadir dalam setiap perempuan Bekasi yang memilih untuk berdiri, berpikir, dan bertindak. “Ia hidup dalam langkah-langkah kecil ibu-ibu di posyandu, dalam karya UMKM batik dan kuliner, dan dalam keberanian anak perempuan Bekasi untuk sekolah setinggi-tingginya.”

Tiga Kerja Nyata PDI Perjuangan untuk Perempuan Bekasi
Sebagai representasi partai wong cilik di DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno menyebut Fraksi PDI Perjuangan berkomitmen menjalankan tiga kerja nyata bagi perempuan, sejalan dengan amanat Kongres PDI Perjuangan:
1. Berdaulat di Bidang Politik: Mendorong keterwakilan perempuan minimal 30% di DPRD dan eksekutif, serta pendidikan politik bagi kader perempuan di tingkat desa dan kecamatan.
2. Berdikari di Bidang Ekonomi: Memperkuat UMKM perempuan, akses permodalan KUR, dan pelatihan keterampilan berbasis potensi desa di Kabupaten Bekasi.
3. Berkepribadian dalam Kebudayaan: Melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mengawal implementasi UU TPKS dan UU PKDRT hingga tingkat desa.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
“Habis gelap, terbitlah terang—dan PDI Perjuangan memastikan cahaya itu tidak pernah padam. Perempuan Bekasi adalah kekuatan, adalah harapan, dan adalah masa depan Kabupaten Bekasi,” ujar Nyumarno mengutip semangat perjuangan Kartini dan Bung Karno.
Ajak Perempuan Turun ke Rakyat
Nyumarno mengajak seluruh kader perempuan PDI Perjuangan, organisasi sayap partai, dan elemen masyarakat Bekasi untuk menjadikan Hari Kartini sebagai konsolidasi ideologis.
“Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bung Karno titip Sarinah kepada kita. Tugas kita turun ke rakyat, dampingi ibu-ibu di posyandu, pastikan anak perempuan tidak putus sekolah, dan lawan segala bentuk penindasan,” pungkasnya.

















































































