Ikuti Kami

Hari Santri Nasional 2026: Diah Fitri Tegaskan Pentingnya Karakter dan Keterampilan Digital Santri

Pembangunan bangsa bukan hanya soal kemajuan ekonomi dan teknologi.

Hari Santri Nasional 2026: Diah Fitri Tegaskan Pentingnya Karakter dan Keterampilan Digital Santri
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, S.E., M.M.

​Jakarta, Gesuri.id — Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, S.E., M.M., menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan penguasaan keterampilan digital bagi para santri. 

Menurutnya, pesantren memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang tangguh, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

​Pernyataan tersebut disampaikan Diah sejalan dengan tema HSN yang diperingati pada Kamis (22/10/2026), yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​“Pembangunan bangsa bukan hanya soal kemajuan ekonomi dan teknologi. Kita membutuhkan generasi yang memiliki kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Nilai-nilai ini harus terus ditanamkan dalam proses pendidikan di pesantren,” ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

​Diah menyoroti tantangan santri era modern yang berhadapan langsung dengan pesatnya arus informasi dan perkembangan media sosial. Meski membuka peluang belajar yang luas, keterbukaan informasi juga menuntut kemampuan menyaring informasi secara bijak.

​Ia mengimbau agar para santri mengembangkan pola pikir kritis sehingga tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum pasti kebenarannya atau terjebak dalam penyebaran berita bohong (hoax).

​“Santri harus menjadi teladan dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Jangan sampai kemudahan informasi membuat kita mengabaikan etika, sopan santun, dan kewajiban memverifikasi kebenaran,” tegas Diah.

​Selain fondasi moral, Diah menilai santri perlu dibekali keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti kewirausahaan dan keahlian digital. Langkah ini dinilai penting agar lulusan pesantren memiliki daya saing dan ruang berkontribusi yang lebih luas di masyarakat.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Ia juga mendorong pesantren untuk terus aktif mengambil peran dalam pemberdayaan lingkungan sekitar. Kedekatan kultural pesantren dengan warga dapat menjadi modal besar untuk menggerakkan kegiatan sosial, edukasi, hingga pelestarian lingkungan.

​“Ketika santri mampu menggerakkan masyarakat, menjaga kerukunan, dan membantu menyelesaikan persoalan bersama, kontribusi nyata itu menjadi bagian mendasar dari pembangunan bangsa,” tuturnya.

​Diah berharap momentum Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan ruang tumbuh bagi generasi muda pesantren demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Quote