Ikuti Kami

Hasto Wardoyo Targetkan Pegawai BKKBN Mampu Berinovasi

Saat ini BKKBN sedang melakukan rebranding agar program KKBPK dapat lebih dikenal oleh masyarakat.

Hasto Wardoyo Targetkan Pegawai BKKBN Mampu Berinovasi
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Jakarta, Gesuri.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menargetkan para pegawai baru lembaga tersebut mampu berinovasi dalam membangun kepercayaan publik.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (4/8), Hasto yang sedang membangun wajah baru BKKBN menugaskan aparatur sipil lembaga kependudukan tersebut harus membuat inovasi dan terobosan dalam pengenalan program kependudukan, keluarga berencana, dan penguatan keluarga (KKBPK).

Baca: Hasto Wardoyo: Rebranding BKKBN Tuntas November 2019

Hasto mengatakan saat ini BKKBN sedang melakukan rebranding agar program KKBPK dapat lebih dikenal oleh masyarakat. Untuk itu para CPNS yang diambil sumpahnya menjadi PNS di Lingkungan BKKBN Formasi Tahun 2017 yang merupakan generasi-generasi milenial harus penuh inovasi, dan memberikan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pelayanan.

Hasto meminta para aparatur sipil BKKBN membangun kepercayaan masyarakat yang positif dan mengubah paradigma bahwa “PNS itu melayani, bukan dilayani” dan senantiasa berorientasi pada kepentingan publik, bangsa dan negara. Selain itu, Hasto berharap para PNS memiliki tanggung jawab yang tinggi, disiplin dan berintegritas tanpa perlu selalu diperingatkan setiap saat.

Hasto berharap para pegawai baru untuk kreatif dikarenakan Indonesia memasuki era masyarakat digital, akses informasi yang sangat cepat, kekinian dan bersifat privasi. Selain itu sasaran-sasaran program yang dibuat BKKBN harus mempertimbangkan generasi milenial dan generasi Z yang mana mereka memiliki cara pandang, cara berpikir dan platform komunikasi yang berbeda.

Baca: Hasto Wardoyo Ingatkan ke Remaja Bahaya Kanker Serviks

Menurut Hasto, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir pencapaian program KKBPK bervariasi antarprovinsi, tepatnya setelah era desentralisasi dengan kewenangan otonomi daerah. Program KKBPK dianggap kurang populer dan kurang memperoleh dukungan sumber daya yang memadai oleh pemerintah daerah.

Jumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diterima BKKBN pada Formasi Tahun 2017, baik BKKBN Pusat maupun provinsi sebanyak 132 orang. Hasto berharap kepala perwakilan BKKBN provinsi seluruh Indonesia akan segera melaksanakan pengambilan sumpah CPNS menjadi PNS dalam watu yang tidak terlalu lama.

Quote