Jakarta, Gesuri.id - Politikus PDI- Perjuangan yang juga Anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024, Hendrawan Supratikno, angkat bicara kabar posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono akan digantikan oleh Juda Agung yang baru mengundurkan diri dari posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)
Hendrawan begitu ia disapa memandang, mekanisme rokade atau tukar posisi antara pimpinan di Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dapat ditafsirkan sebagai upaya membangun sinergi yang lebih kuat antara kebijakan fiskal dan moneter.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Marsinah Lebih Layak
“Ini juga menunjukkan bahwa selama ini masih ada masalah yang membuat kebijakan makro tidak ditransmisi secara cepat ke sektor mikro,” tegas Hendrawan kepada awak media di Jakarta, Rabu,(21/1/2026).
Hendrawan juga memandang, kehadiran Thomas yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto di Bank Indonesia nantinya memiliki arti penting.
Menurutnya, kehadiran Thomas di Bank Indonesia untuk mendukung kebijakan dorongan besar atau big-push Presiden Prabowo.
“Kemenkeu melakukan kebijakan fiskal ekspansif. Pita defisit diperlonggar. BI juga menurunkan bunga acuannya,” jelas Hendrawan.
Meski demikian, Hendrawan menyoroti, soal masih sulitnya ekspansi kredit saat ini lantaran hanya tumbuh antara 8-10%. Padahal, tegas dia, agar pertumbuhan ekonomi di atas 6%, kredit harus tumbuh sekitar 15-20%.
“Pasar seperti tidak sabar dengan janji-janji besar pemerintah , seperti efisiensi birokrasi, produktivitas pekerja, perijinan tanpa upeti, komitmen pemberantasan korupsi dan penurunan angka ICOR (Incremental Capital Output Ratio),” tutur Hendrawan.
Lebih jauh, Hendrawan berharap, Independensi Bank Indonesia tetap terjaga bilamana nantinya rokade atau tukar posisi antara Thomas Djiwandono dengan Juda Agung terealisasi.
“Jika persepsi pasar kontra produktif, maka tukar jabatan tersebut dianggap menambah masalah, bukan solusi,” tambah dia.
Secara khusus, Hendrawan pun meyakini, dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman, Thomas Djiwandono memiliki kapasitas yang memadai bilamana nantinya menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
“Dari latar belakang pendidikan dan pengalamannya, saya kira dari sisi kompetensi memadai,” pungkasnya.
Baca: Megawati Soekarnoputri Kunjungi Kantor Baru Megawati Institute
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan respons mengenai kabar bahwa posisi Thomas sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), bakal digantikan oleh Juda Agung yang justru baru mengundurkan diri dari posisi Deputi Gubernur BI.
Terkait hal itu, Purbaya pun tak membantah kabar soal pertukaran posisi antara Thomas yang dicalonkan sebagai Deputi Gubernur BI, dan Juda yang dicalonkan menjadi Wamenkeu.
“Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih,” kata Purbaya di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin,(19/1/2026).

















































































