Ikuti Kami

Hilda Kusuma Dewi Ajak Jaga Harmoni dan Toleransi untuk Wujudkan Jakarta Kota Global yang Aman

Menurutnya, perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan besar bagi pembangunan kota.

Hilda Kusuma Dewi Ajak Jaga Harmoni dan Toleransi untuk Wujudkan Jakarta Kota Global yang Aman
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi.

​Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial dan toleransi beragama sebagai fondasi utama Jakarta menuju kota global. 

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Paskah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2026 di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (18/4).

​Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, jajaran pejabat Pemprov DKI, tokoh lintas agama, serta ribuan warga yang memadati kawasan bersejarah tersebut. Hadir pula mendampingi, Anggota Komisi B Pandapotan Sinaga dan Anggota Komisi D Pantas Nainggolan.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

​Hilda menegaskan bahwa status Jakarta sebagai kota metropolitan sekaligus kota global menuntut seluruh elemen masyarakat untuk merawat keberagaman. Menurutnya, perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan besar bagi pembangunan kota.

​“Keberagaman ini harus terus kita jaga. Kita junjung nilai-nilai toleransi yang tinggi agar Jakarta, yang saat ini dinobatkan sebagai kota teraman nomor dua dunia, terus terjaga reputasinya. Mari jaga Jakarta untuk menjadi lebih baik lagi,” ujar Hilda.

​Politisi perempuan ini juga mengingatkan bahwa semangat toleransi tidak boleh berhenti pada slogan semata. Ia mendorong warga untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati dan menjaga antar sesama penghuni Jakarta.

Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten

​Lebih lanjut, Hilda mengapresiasi langkah nyata Pemprov DKI Jakarta dalam beberapa tahun terakhir yang dinilai sangat inklusif dalam merayakan hari besar keagamaan. Ia menyoroti bagaimana ruang publik kini menjadi milik semua golongan.

​“Saya melihat acara-acara seperti ini mendapat tanggapan yang luar biasa dari masyarakat. Mulai dari Christmas Carol, perayaan Imlek, Idulfitri yang sangat meriah, hingga Paskah dan Nyepi. Semuanya terakomodasi dengan sangat lengkap, sesuatu yang mungkin belum pernah semasif ini sebelumnya,” tuturnya.

​Perayaan Paskah di Kota Tua ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan meneguhkan kembali semangat kebersamaan di tengah keberagaman warga Jakarta. Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD berharap pesan damai dan toleransi dapat terus bergema hingga ke akar rumput.

Quote