Jakarta, Gesuri.id — Anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024, Hendrawan Supratikno, menilai reaksi pasar saham dalam negeri terlalu berlebihan menanggapi rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Wacana penurunan status tersebut langsung memicu sentimen negatif tajam di bursa saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan anjlok hingga 11 persen pada perdagangan Jumat (16/10).
"Baru sebatas rencana, tetapi reaksi pasar sudah begitu hebat. Kita harus waspada terhadap potensi pemanfaatan lembaga-lembaga internasional untuk menggolkan agenda status quo mereka," ujar Hendrawan kepada awak media di Jakarta, Senin (19/10).
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan pemerintah dan para pelaku pasar agar cermat melihat potensi keterlibatan kepentingan asing yang ingin mempertahankan kondisi menguntungkan bagi pihak tertentu.
Meski begitu, Hendrawan tak menampik bahwa pasar modal Indonesia memang membutuhkan pembenahan mendasar secara menyeluruh. Ia soroti persoalan tata kelola yang selama ini dinilai masih mencederai integritas pasar nasional.
“Pasar haus akan transparansi dan akuntabilitas, bukan permainan 'sulap' dan pat-pat gulipat antara penguasa dan pengusaha alias 'Peng-Peng',” tegas Hendrawan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan otoritas terkait untuk mengambil langkah konkret, tegas, dan tuntas. Hendrawan meminta pembenahan serta penerapan meritokrasi di pasar keuangan tidak sekadar menjadi ajang seremonial belaka.
Langkah nyata, menurutnya, sangat krusial untuk meningkatkan transparansi, memperkuat akuntabilitas, sekaligus mengembalikan kepercayaan investor global maupun domestik.
“Action speaks louder, begitu slogan para pelaku pasar. Tindakan nyata jauh lebih bergema,” pungkasnya.

















































































