Bondowoso, Gesuri.id – Tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Hb Bondowoso, Jawa Timur, menjadi perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania.
Sepanjang 2025 tercatat sebanyak 351 kejadian bencana, sementara pada semester pertama 2026 jumlahnya telah mencapai 195 kejadian.
Data tersebut menunjukkan bahwa Bondowoso memiliki tingkat kerawanan bencana yang perlu diantisipasi secara serius. Rata-rata, dalam enam bulan pertama 2026, terjadi hampir satu hingga dua kejadian bencana setiap hari.
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Hal itu disampaikan Ina Ammania dalam kegiatan sosialisasi mitigasi bencana bertajuk Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana di Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Kamis (15/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ina menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun masyarakat. Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh hanya berfokus pada tindakan setelah kejadian, tetapi harus dimulai melalui langkah pencegahan dan persiapan sejak dini.
Ia menilai masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana membutuhkan dukungan nyata agar mampu menghadapi berbagai potensi ancaman. Dukungan tersebut meliputi penyediaan informasi kebencanaan, jalur evakuasi yang aman, sistem peringatan dini, serta pendampingan secara berkelanjutan.
Ina mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan tidak menunggu jatuhnya korban untuk memperkuat sistem mitigasi bencana.
Selain itu, ia mengajak masyarakat mengenali berbagai potensi ancaman di lingkungan masing-masing, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kekeringan. Warga juga diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi lingkungan serta tidak mengabaikan tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan bencana.
Menurut Ina, kesiapan menghadapi bencana harus dimulai dari lingkungan keluarga. Setiap keluarga perlu mengetahui jalur evakuasi, lokasi perlindungan, serta titik kumpul yang aman apabila terjadi keadaan darurat.
Masyarakat juga diimbau menyiapkan perlengkapan darurat, antara lain air minum, makanan tahan lama, obat-obatan pribadi, senter, alat komunikasi, dan dokumen penting. Persiapan tersebut diperlukan agar keluarga dapat bertahan dan melakukan evakuasi dengan lebih aman ketika bencana terjadi.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam proses penyelamatan diri. Ina menegaskan bahwa kelompok tersebut harus menjadi bagian dari perencanaan evakuasi agar tidak tertinggal ketika situasi darurat berlangsung.
Lebih lanjut, Ina menyampaikan bahwa mitigasi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD maupun pemerintah daerah. Kesiapsiagaan harus dibangun melalui gerakan bersama yang melibatkan masyarakat hingga tingkat desa dan keluarga.
Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat didorong untuk memperkuat program Desa Tangguh Bencana, membentuk kelompok siaga bencana, serta rutin menyelenggarakan simulasi dan latihan evakuasi. Sistem penyampaian informasi peringatan dini juga perlu dipastikan berjalan efektif agar masyarakat dapat menerima informasi secara cepat dan tepat.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina berharap pemerintah daerah dan BPBD terus meningkatkan pendampingan kepada masyarakat. Kehadiran pemerintah tidak hanya dibutuhkan ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam tahapan pencegahan, persiapan, penanganan, pemulihan, hingga pembangunan kembali kehidupan warga terdampak.
Ia menilai tingginya angka kejadian bencana di Bondowoso harus diikuti dengan langkah konkret untuk mengurangi risiko dan melindungi keselamatan masyarakat. Pemetaan wilayah rawan, penyediaan jalur evakuasi, penguatan sistem peringatan dini, serta tindak lanjut terhadap berbagai potensi ancaman harus menjadi agenda prioritas.
Ina kembali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai kebencanaan. Menurutnya, kesiapan sejak dini merupakan salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko serta menghindari jatuhnya korban jiwa ketika bencana melanda.
Melalui penguatan mitigasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Ina berharap Kabupaten Bondowoso dapat membangun lingkungan yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

















































































