Kubu Raya, Gesuri.id – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak seluruh masyarakat Hakka untuk terus melestarikan warisan budaya sebagai identitas sekaligus pilar kekuatan dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Menurutnya, kemajuan daerah yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan lestarinya nilai-nilai budaya dan kokohnya persatuan.
Pernyataan tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Hakka Kalimantan Barat yang digelar di Rumah Hakka “Tulou” Kalbar, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (12/7).
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Krisantus memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi komunitas Hakka Kalbar dalam merawat tradisi leluhur di tengah modernisasi.
"Masyarakat yang terus melestarikan budayanya adalah masyarakat yang tidak akan punah ditelan masa. Budaya adalah kekuatan kita, budaya adalah jati diri kita," ujar Krisantus tegas.
Ia mengingatkan bahwa derasnya arus globalisasi menjadi ujian nyata bagi eksistensi budaya lokal. Oleh sebab itu, generasi muda Hakka dituntut untuk tidak sekadar mengenal, tetapi juga mencintai dan aktif mewariskan nilai-nilai luhur tersebut.
Lebih lanjut, Krisantus menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjamin keamanan, kerukunan, dan toleransi beragama di wilayahnya. Sebagai provinsi yang dihuni oleh 24 suku yang hidup berdampingan, keberagaman di Kalbar dinilai sebagai aset terbesar, bukan pemecah belah.
Wagub juga mengirimkan pesan tegas terkait stabilitas daerah demi kenyamanan iklim sosial dan usaha.
"Mengenai masalah keamanan, jangan khawatir. Saya berkomitmen tidak menoleransi kelompok ataupun organisasi mana pun yang mengganggu ketenteraman masyarakat. Kalimantan Barat harus tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan menjunjung tinggi toleransi," tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa Pemprov Kalbar menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah dengan tenang sesuai keyakinan masing-masing, sepanjang mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain isu sosial-budaya, Krisantus menantang masyarakat Hakka untuk mengambil peran yang lebih dominan dalam roda perekonomian Kalbar. Karakter kewirausahaan (entrepreneurship) yang melekat kuat pada komunitas Hakka dinilai sebagai modal besar untuk menggerakkan potensi daerah yang melimpah.
"Saya ingin masyarakat Tionghoa tidak menjadi penonton di Kalbar, tetapi menjadi pemain utama. Potensi Kalimantan Barat sangat besar. Mari kita manfaatkan peluang tersebut dengan semangat kerja keras, inovasi, dan tetap mematuhi aturan hukum," imbaunya.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Sebagai bentuk dukungan konkret, ia memastikan Pemprov Kalbar akan terus mempermudah layanan perizinan, memberikan pembinaan, serta edukasi agar dunia usaha di Kalbar dapat tumbuh sehat, legal, dan berkelanjutan.
Wagub berharap momentum pertambahan usia ke-12 ini dapat mempererat persaudaraan internal Hakka sekaligus memperkuat kontribusi nyata mereka bagi pembangunan Kalbar yang inklusif.
Acara peringatan HUT ke-12 Hakka Kalbar ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ratusan warga tampak memadati Rumah Hakka “Tulou” bersama jajaran tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pengurus Hakka Kalimantan Barat, menjadi simbol nyata dari indahnya harmoni dalam kemajemukan.

















































































