Denpasar, Gesuri.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan memfasilitasi keluarga pendamping pelajar yang lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa fasilitasi tersebut merupakan wujud apresiasi dan kebanggaan atas prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh putra-putri terbaik daerah. Dua pelajar Bali sukses menembus seleksi nasional yang sangat kompetitif.
“Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Bali memberikan bantuan uang saku selama mereka mengikuti pendidikan dan pelatihan. Selain itu, biaya keberangkatan serta akomodasi keluarga yang mendampingi ke Jakarta turut kami fasilitasi,” kata Koster di Denpasar, Selasa (14/7).
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Dua pelajar yang akan membawa nama harum Bali di kancah nasional adalah I Made Dwi Sathya Kurniawan (16), siswa SMA Negeri 1 Kuta Utara, Kabupaten Badung, serta Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani (16), siswi SMA Negeri 1 Kubu, Kabupaten Karangasem.
Secara khusus, Gubernur memberikan perhatian emosional kepada keluarga Ni Komang Gayatri yang selama ini dibesarkan oleh seorang ibu tunggal, Ni Wayan Sudiarsani, setelah sang ayah berpulang. Koster berpesan agar sang ibu tidak berangkat sendirian ke Jakarta, melainkan didampingi oleh anggota keluarga lainnya.
“Seluruh biaya perjalanan dan penginapan untuk pendamping tersebut dipastikan akan ditanggung penuh oleh Pemprov Bali,” tegas Koster. Tak hanya fasilitas dinas, kedua siswa juga menerima uang saku pribadi dari Gubernur sebagai bekal penyemangat.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Sebelumnya, Pemprov Bali mengirimkan enam peserta terbaik—tiga putra dan tiga putri—untuk mengikuti seleksi ketat di tingkat pusat. Dari proses tersebut, I Made Dwi Sathya dan Ni Komang Gayatri keluar sebagai sepasang wakil terbaik Bali.
Koster menilai keberhasilan mereka membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan berkelanjutan mampu mengantarkan generasi muda Bali meraih kehormatan tertinggi. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi pemuda lain di Pulau Dewata.
Selanjutnya, kedua pelajar ini dijadwalkan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) selama 40 hari di Depok. Mereka akan digembleng sebagai persiapan sebelum menjalankan tugas kenegaraan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

















































































