Ikuti Kami

Jakarta Geopolitical Forum 2026, Sarifah Dorong Indonesia Aktif Sebagai Jembatan Dialog di Kancah Internasional

Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, penguatan kerja sama multilateral menjadi salah satu kunci.

Jakarta Geopolitical Forum 2026, Sarifah Dorong Indonesia Aktif Sebagai Jembatan Dialog di Kancah Internasional
Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, menghadiri Jakarta Geopolitical Forum (JGF) X Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, menghadiri Jakarta Geopolitical Forum (JGF) X Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI dengan mengusung tema "Strengthening Multilateralism: Survival Amid Global Turbulence and a Fragmented World." Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat diplomasi dan kerja sama internasional di tengah meningkatnya tantangan geopolitik global.

"Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, penguatan kerja sama multilateral menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan ketahanan kawasan. Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan, akademisi, dan pakar dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai tantangan global, mulai dari persaingan kekuatan dunia, transformasi ekonomi, hingga perkembangan teknologi dan keamanan siber," ujarnya dikutip Sabtu (11/7/2026).

Jakarta Geopolitical Forum merupakan forum internasional tahunan yang mempertemukan para pengambil kebijakan, akademisi, peneliti, diplomat, serta pakar keamanan dari berbagai negara untuk membahas isu-isu strategis yang memengaruhi stabilitas kawasan maupun dunia. Melalui forum ini, berbagai perspektif dan rekomendasi kebijakan diharapkan dapat menjadi masukan dalam menghadapi perubahan tatanan global yang terus berkembang.

Menurut Sarifah, tantangan global saat ini tidak lagi dapat diselesaikan oleh satu negara secara sendiri. Persoalan seperti konflik geopolitik, ketahanan pangan, keamanan siber, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi membutuhkan kolaborasi yang lebih erat melalui mekanisme kerja sama internasional yang inklusif dan saling menghormati.

Ia menilai Indonesia memiliki modal diplomasi yang kuat untuk terus memainkan peran sebagai negara yang aktif membangun dialog dan menjembatani berbagai kepentingan di tingkat internasional. Politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijalankan Indonesia menjadi fondasi penting dalam memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan.

Sarifah juga menekankan penguatan multilateralisme harus diiringi dengan peningkatan kapasitas nasional, baik di bidang pertahanan, ekonomi, maupun penguasaan teknologi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam percaturan global, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan dunia.

Selain membahas dinamika geopolitik, forum ini turut menjadi ruang untuk memperkuat jejaring kerja sama antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan. Pertukaran pengalaman dan gagasan dari berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

"Semoga Indonesia terus berperan aktif sebagai jembatan dialog, penguat kerja sama internasional, dan kontributor bagi terciptanya perdamaian serta stabilitas dunia," tutup Sarifah.

Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi ini dengan gaya yang lebih formal seperti rilis DPR atau lebih bernuansa berita media nasional.

Quote