Ikuti Kami

Kekerasan Terhadap Pengurus BEM UI, Fraksi PDI Perjuangan: Negara Harus Jamin Rasa Aman Penyuara Pendapat

Karena setiap warga negara termasuk yang menyampaikan kritik berhak memperoleh rasa aman dan perlindungan hukum.

Kekerasan Terhadap Pengurus BEM UI, Fraksi PDI Perjuangan: Negara Harus Jamin Rasa Aman Penyuara Pendapat
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira.

​Jakarta, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mengutuk keras tindakan kekerasan yang dialami Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda. 

Hafidz dianiaya oleh orang tidak dikenal saat berkendara di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2026), sepulang dari kegiatan konsolidasi organisasi.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Fraksi PDI Perjuangan menilai perlindungan terhadap kebebasan berpendapat dan aktivitas sipil merupakan bagian krusial dari pemenuhan hak asasi manusia (HAM). 

Andreas menegaskan, kasus dugaan kekerasan terhadap aktivis mahasiswa ini harus menjadi perhatian serius karena setiap warga negara termasuk yang menyampaikan kritik berhak memperoleh rasa aman dan perlindungan hukum.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan atmosfer ketakutan menghambat mahasiswa dalam berorganisasi dan menyampaikan aspirasi secara damai. Penanganan kasus ini harus memastikan hak-hak korban terlindungi sekaligus menjaga ruang sipil tetap aman.

​"Kebebasan berpendapat tidak cukup hanya dijamin di atas kertas. Negara harus memastikan mereka yang menyuarakan pendapat tetap mendapatkan rasa aman," tegas Andreas.

​Politikus PDI Perjuangan tersebut mendesak Kementerian HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk turun tangan mengawal pengusutan kasus ini secara transparan. Langkah ini penting untuk menjamin hak hukum korban serta memastikan aktivitas akademis dan kebebasan sipil dapat berlangsung tanpa ancaman kekerasan maupun intimidasi.

Quote