Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menilai pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua perlu dievaluasi secara menyeluruh agar benar-benar mencapai tujuan awal, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Menurutnya, setelah lebih dari dua dekade berjalan, berbagai persoalan mendasar masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.
"Tujuan utama Otonomi Khusus adalah membuat masyarakat Papua hidup lebih baik," katanya dikutip Selasa (6/7/2026).
Dalam wawancara khusus bersama Tribunnews, Komarudin menjelaskan bahwa besarnya anggaran Otsus serta pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai persoalan pendidikan, kesejahteraan, hingga tingginya angka buta huruf masih menjadi pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian serius.
Komarudin juga menyoroti persoalan keamanan yang terus berulang selama puluhan tahun di Papua. Menurutnya, penyelesaian konflik di Papua harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan dilakukan secara bermartabat agar mampu menghadirkan perdamaian yang berkelanjutan.
Selain membahas evaluasi Otsus, Komarudin turut menyinggung proyek Food Estate di Merauke yang disebut telah berjalan sejak 1994. Ia mempertanyakan efektivitas pengelolaan lahan yang telah tersedia karena dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, sementara pembukaan kawasan baru terus dilakukan.
Komarudin mengaku pernah meninjau langsung lokasi proyek tersebut dan menemukan fakta bahwa pemerintah daerah saat itu tidak mengetahui adanya pelaksanaan proyek di wilayah tersebut. Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu indikator perlunya evaluasi terhadap tata kelola program strategis di Papua agar pelaksanaannya lebih terkoordinasi dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

















































































