Denpasar, Gesuri.id — Gubernur Bali, Wayan Koster, berharap gelaran Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 tidak sekadar menjadi ajang diskusi.
Ia mendorong forum nasional ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret serta kemitraan strategis demi mempercepat transisi energi bersih di tanah air.
"ISS jangan hanya menghasilkan diskusi, tetapi juga harus melahirkan kemitraan strategis, investasi konkret, dan rekomendasi kebijakan yang mampu mempercepat terwujudnya target nasional pengembangan 100 gigawatt (GW) energi surya," ujar Koster dalam keterangan resminya di Denpasar, Rabu (15/7/2026).
Sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, Koster menegaskan bahwa Bali sangat membutuhkan kualitas lingkungan yang baik melalui sistem energi yang bersih, aman, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Bali berkomitmen penuh untuk mandiri energi dengan menghentikan ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045. Target ini 15 tahun lebih cepat dibandingkan target yang ditetapkan secara nasional. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pun menjadi strategi utama untuk mewujudkan ambisi tersebut.
Untuk mendukung ekosistem hijau ini, Pemprov Bali telah menerbitkan sejumlah regulasi strategis, antara lain:
- Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah.
- Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.
- Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan PLTS Atap di Provinsi Bali.
"PLTS adalah pilihan terbaik karena sumber energinya melimpah dari matahari. Ke depan, pembangkit listrik di Bali tidak boleh lagi menggunakan bahan bakar fosil agar polusi udara bisa dihilangkan," tegas Koster.
Ia juga menyatakan siap memfasilitasi dan mendukung penuh masyarakat yang ingin memasang PLTS atap secara mandiri.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Sementara itu, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menjelaskan bahwa ISS merupakan forum tahunan berskala nasional yang diinisiasi oleh IESR bersama kementerian dan lembaga pemerintah.
Menariknya, ISS 2026 yang berlangsung hingga 16 Juli 2026 di The Meru Sanur, Bali, merupakan kali pertama forum ini digelar di luar Jakarta sejak perdana diadakan pada 2022 lalu. Bali dipilih secara khusus karena dinilai memiliki komitmen paling kuat dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.
"Energi surya bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menjadi agenda pembangunan nasional untuk mencapai kemandirian energi. Tantangan kita sekarang adalah mengubah potensi besar yang dimiliki Indonesia menjadi investasi nyata dan mempercepat terwujudnya ekonomi hijau," pungkas Fabby.
Gelaran ISS tahun ini berfokus pada akselerasi target pembangunan 100 GW PLTS, pengurangan pembangkit berbahan bakar diesel, strategi pembiayaan inovatif, serta penguatan ekosistem industri tenaga surya nasional.

















































































