Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali I Wayan Koster memastikan proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi akan segera memasuki tahap penting setelah penantian panjang masyarakat Bali, khususnya wilayah Jembrana dan Tabanan.
Koster menegaskan bahwa proses administrasi krusial untuk proyek strategis nasional tersebut akan mulai berjalan tahun ini, menyusul kesiapan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte
“Tahun ini proses tender di Kementerian Pekerjaan Umum,” tegas Koster saat memberikan keterangan di sela-sela ground breaking proyek Shortcut 9–10 ruas Singaraja–Mengwitani di Buleleng.
Pemerintah kini menerapkan skema pembangunan yang lebih fleksibel dengan membagi proyek tol menjadi beberapa segmen guna meningkatkan minat investor.
Segmen prioritas adalah ruas Pekutatan–Soka–Mengwi sepanjang 42,1 kilometer yang memiliki potensi lalu lintas tinggi.
Ruas prioritas tersebut direncanakan menjadi fokus lelang dengan nilai investasi awal mencapai Rp11,04 triliun dan diproyeksikan sebagai tulang punggung konektivitas ekonomi Bali bagian barat hingga tengah.
Baca: Ganjar Pranowo Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada
Sementara itu, untuk ruas Gilimanuk–Pekutatan yang dinilai kurang menarik secara komersial namun sangat vital bagi konektivitas, pemerintah berencana membiayai pembangunan melalui APBN dengan skema kerja sama jangka panjang.
Pemerintah daerah juga berpacu dengan waktu mengingat masa berlaku penetapan lokasi di puluhan desa di Jembrana dan Tabanan akan berakhir pada Maret 2026, sehingga kepastian tender tahun ini menjadi kunci kelanjutan proyek.
Tol Gilimanuk–Mengwi ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dan diharapkan mampu mengurai kemacetan, mempercepat mobilitas logistik, serta mendorong pemerataan pembangunan di Bali.

















































































