Jakarta, Gesuri.id – Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk mengisi satu kursi kosong Anggota Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (BS OJK). Seleksi ketat ini dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (25/6).
Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk mengisi posisi tersebut sangat tinggi. Dari total 85 pendaftar, sebanyak 60 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan uji kelayakan.
"Hari ini kami masih menjalankan fit and proper untuk calon anggota Supervisi OJK. Lowongannya hanya satu, tetapi pendaftarnya banyak sekali. Ada 85 pendaftar dan yang memenuhi syarat administratif ada 60 peserta," ujar Harris.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Untuk mengefektifkan proses pembuktian kelayakan tersebut, Komisi XI membagi para peserta ke dalam tiga kelompok panitia seleksi (pansel).
"Dari 60 peserta kita bagi menjadi tiga pansel, masing-masing 20 orang. Hari ini akan kita selesaikan dan insyaallah nanti malam langsung diambil keputusan," lanjut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX tersebut.
Harris menjamin bahwa seluruh proses penyaringan ini berlangsung transparan sehingga masyarakat dapat memantau langsung jalannya agenda tersebut. Transparansi ini dinilai krusial mengingat peran OJK semakin luas setelah terbitnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Penguatan kewenangan OJK tersebut secara otomatis membuat fungsi pengawasan eksternal yang diemban oleh BS OJK menjadi semakin strategis.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini secara khusus menekankan dua parameter utama yang tidak dapat ditawar dalam menilai para kandidat: kompetensi mutlak dan integritas tinggi.
"Tentunya nomor satu adalah kompeten. Karena BS ini dibentuk untuk memberikan keahlian dan kajian yang menjadi perpanjangan tangan dari Komisi XI. Sehingga secara kompetensi harus memenuhi syarat, dan tentu saja wajib punya integritas yang baik," tegas Harris.
Melalui seleksi yang kompetitif ini, Komisi XI DPR RI berharap figur yang terpilih mampu mengoptimalkan fungsi supervisi terhadap OJK. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak akuntabilitas lembaga jasa keuangan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem keuangan nasional yang sehat, transparan, dan tepercaya.

















































































