Ikuti Kami

Lasarus: Pelabuhan Kijing Tak Akan Pernah Maksimal Jika Tol Pontianak–Singkawang Belum Tuntas

"Karena peti kemas belum bisa dipindahkan secara maksimal ke sana akibat daya dukung jalan yang belum memadai."

Lasarus: Pelabuhan Kijing Tak Akan Pernah Maksimal Jika Tol Pontianak–Singkawang Belum Tuntas
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan penyelesaian Jalan Tol Pontianak–Singkawang serta pembangunan jalan lingkar (ring road) Kota Pontianak menjadi faktor utama untuk mengoptimalkan operasional Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah. Menurutnya, infrastruktur pendukung tersebut sangat menentukan kelancaran distribusi logistik di Kalimantan Barat.

"Pelabuhan Kijing itu tidak akan pernah berfungsi secara maksimal kalau Tol Pontianak–Singkawang belum selesai. Karena peti kemas belum bisa dipindahkan secara maksimal ke sana akibat daya dukung jalan yang belum memadai," kata Lasarus, Senin (3/8/2026).

Lasarus menjelaskan, belum memadainya akses jalan membuat aktivitas logistik dari dan menuju Pelabuhan Kijing belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut juga menyebabkan sejumlah perusahaan pelayaran dan pelaku logistik masih memilih memanfaatkan Pelabuhan Dwikora Pontianak sebagai lokasi bongkar muat.

"Karena ya memang lebih mudah dari sini ketimbang dari Kijing," ungkapnya.

Selain pembangunan jalan tol, Lasarus menilai pembangunan ring road Kota Pontianak memiliki peran yang tidak kalah penting. Menurutnya, jalan lingkar tersebut harus terintegrasi dengan jaringan tol agar kendaraan logistik tidak lagi melintasi kawasan padat di pusat kota.

"Jalan tol juga tidak akan pernah maksimal jika ring road Kota Pontianak belum selesai. Ring road ini nanti harus didukung bukan hanya satu, tetapi dua jembatan, yaitu Jembatan Kapuas III dan Jembatan Kapuas IV," ucapnya.

Ia menjelaskan, konsep tersebut akan menciptakan sistem transportasi logistik yang lebih tertata. Kendaraan berat dari Pelabuhan Kijing nantinya dapat langsung menuju kawasan pergudangan melalui jalur khusus, sementara lalu lintas di pusat Kota Pontianak didominasi kendaraan ringan.

"Kendaraan berat nantinya hanya masuk dari jalan tol menuju kawasan gudang. Sementara kendaraan yang masuk ke pusat kota hanya kendaraan-kendaraan kecil," jelasnya.

Lebih lanjut, Lasarus menegaskan bahwa pengembangan kawasan logistik yang terhubung dengan Pelabuhan Kijing membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dan Pemerintah Kabupaten Mempawah agar pembangunan infrastruktur berjalan selaras.

"Tiga Kabupaten/Kota ini harus bersinergi dulu," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur pendukung, terutama terkait proses pembebasan lahan yang hingga kini masih menjadi kendala utama.

"Permasalahan kita memang di ketersediaan lahan. Bersama pemerintah daerah juga beberapa tahun lalu sudah kita bicarakan, namun memang masih berat di pembebasan lahan," jelasnya.

Lasarus memastikan berbagai upaya akan terus dilakukan agar Pelabuhan Kijing dapat beroperasi secara maksimal dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi serta sistem logistik di Kalimantan Barat.

Quote