Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri Hadiri Reuni Emas SMANDA 76 Cirebon: SMA Adalah Masa Paling Indah

"Dan sekarang tugas kita adalah tetap hidup produktif, terus berkarya dan memberi manfaat untuk orang lain."

 Rokhmin Dahuri Hadiri Reuni Emas SMANDA 76 Cirebon: SMA Adalah Masa Paling Indah
Reuni Emas SMANDA 76 bertema "50 Tahun Lalu Kita Pernah Bersama" yang digelar di Kota Cirebon, Minggu (2/8/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. mengajak para alumni SMAN 2 Kota Cirebon (SMANDA) angkatan 1976 untuk terus menjaga tali silaturahmi dan tetap produktif meski telah memasuki usia senja. 

Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Reuni Emas SMANDA 76 bertema "50 Tahun Lalu Kita Pernah Bersama" yang digelar di Kota Cirebon, Minggu (2/8/2026).

"Para alumni SMAN 2 harus bangga pernah belajar di sekolah favorit. Setelah 50 tahun berpisah, Alhamdulillah kita bisa bertemu lagi dalam keadaan sehat. Reuni itu silaturahim, semoga kita semua panjang umur dan banyak rezekinya," kata peraih Dosen Teladan I Nasional 1995 itu.

Prof. Rokhmin yang juga menjadi pembina panitia reuni menilai pertemuan setelah lima dekade tersebut bukan sekadar ajang melepas rindu, tetapi juga momentum mempererat persahabatan yang telah terjalin sejak masa sekolah. Dalam suasana penuh kehangatan, para alumni tampak bernyanyi bersama, berbagi cerita, hingga mengenang masa-masa ketika masih duduk di bangku SMA.

"SMA adalah masa paling indah. Dan sekarang tugas kita adalah tetap hidup produktif, terus berkarya dan memberi manfaat untuk orang lain," ungkap Prof. Rokhmin Dahuri yang disambut tepuk tangan meriah.

Reuni Emas SMANDA 76 dihadiri puluhan alumni yang kembali bertemu setelah 50 tahun berpisah menempuh perjalanan hidup masing-masing. Kegiatan tersebut juga diwarnai deklarasi persahabatan yang dipimpin alumni Andrian Raharjo sebelum rombongan melanjutkan napak tilas ke kampus SMAN 2 Kota Cirebon menggunakan bus Citros.

"Persahabatan ini tidak berhenti di reuni emas, tetapi terus hidup dalam silaturahmi dan ukhuwah tanpa sekat," ucap Andrian penuh semangat.

Ketua Panitia Reuni Emas, Drs. H. Yatna Supriyatna, mengatakan penyelenggaraan reuni membutuhkan proses panjang karena panitia harus melacak alamat dan nomor telepon para alumni yang telah terpisah selama setengah abad.

"Dari pendataan alumni, pencarian alamat dan nomor HP, konsep acara, ini tidak mudah. Tapi dengan semangat ingin bertemu dan silaturahim, Alhamdulillah hari ini terwujud. Setelah 50 tahun, akhirnya kami bisa bertemu kembali," ujar Yatna terharu.

Acara reuni ditutup dengan pembagian doorprize dan kadeudeuh kepada para peserta. Lebih dari sekadar membawa pulang hadiah, momen tersebut menjadi penguat komitmen para alumni untuk terus menjaga silaturahmi tanpa harus menunggu puluhan tahun lagi untuk kembali bertemu.

Quote