Kubu Raya, Gesuri.id – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai merealisasikan komitmennya untuk menghadirkan kawasan pelabuhan yang bersih, tertib, dan representatif.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memantau langsung pembongkaran bangunan dan kios liar yang berdiri di atas aset pemerintah daerah di kawasan Pelabuhan Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Senin (13/7).
Langkah tegas ini merupakan bagian dari program penataan terpadu yang telah dirancang sejak beberapa bulan terakhir. Sujiwo menegaskan bahwa penataan ini tidak hanya menyentuh aspek fisik, melainkan juga merombak total sistem pengelolaan kawasan agar lebih aman, nyaman, dan bernilai ekonomi tinggi.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Kali ini kita melakukan penataan secara komprehensif dan menyeluruh. Semua perangkat daerah terlibat, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, hingga Dinas PU. Semua bergerak sesuai tugasnya agar kawasan pelabuhan benar-benar berubah," ujar Sujiwo.
Selama ini, kawasan pelabuhan kerap diidentikkan dengan kesan kumuh, semrawut, serta menjadi lahan subur bagi berbagai praktik negatif yang merugikan masyarakat. Kondisi stagnan inilah yang ingin didobrak oleh Sujiwo melalui gebrakan penataan terpadu.
Ia mematok target tinggi agar Pelabuhan Rasau Jaya bisa memiliki standar kenyamanan dan ketertiban yang setara dengan bandar udara (bandara).
"Kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa pelabuhan laut juga bisa tertata rapi, bersih, aman, dan nyaman seperti kawasan bandara. Tidak ada lagi kesan kumuh ataupun praktik-praktik negatif yang selama ini melekat," tegasnya.
Sebagai langkah awal, sejumlah kios yang menjorok ke badan jalan dibongkar guna membuka ruang publik yang lebih rapi. Setelah pembongkaran rampung, area tersebut akan segera diaspal dan dialihfungsikan menjadi kantong parkir yang representatif.
Pemerintah daerah juga menargetkan penataan menyeluruh, mulai dari:
- Pelebaran akses jalan utama.
- Pembangunan ulang kanopi dengan desain modern.
- Pembongkaran pagar pembatas agar pusat aktivitas perdagangan lebih terbuka.
- Estetika kawasan melalui perbaikan pencahayaan dan pembuatan taman di seluruh sudut pelabuhan.
Sujiwo menjamin, begitu sistem baru ini diimplementasikan, kesemrawutan lalu lintas di dalam pelabuhan akan hilang total.
"Nanti ketika sistem sudah berjalan, parkir di pintu masuk akan zero (nol). Kawasan ini akan kita tata sehingga lebih nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jasa pelabuhan," imbuh Sujiwo.
Di akhir penegasannya, Sujiwo menyatakan bahwa proyek besar ini bukan sekadar kosmetik untuk mempercantik wajah Dermaga Rasau Jaya. Muara akhir dari penataan aset daerah ini adalah kesejahteraan masyarakat dan kemandirian fiskal daerah.
"Ini bukan sekadar mempercantik Dermaga Rasau Jaya sebagai ruang publik. Kita juga ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memberdayakan UMKM dan pedagang, serta memastikan seluruh aset pemerintah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," pungkas Sujiwo.

















































































