Palu, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Matindas J. Rumambi, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan logistik dan percepatan pemulihan warga terdampak gempa menjadi prioritas utama saat ini.
Hal tersebut disampaikannya saat turun langsung menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak gempa bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah.
Bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI, legislator dapil Sulawesi Tengah ini menyerahkan berbagai paket bantuan kebencanaan secara langsung kepada masyarakat.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Di tengah situasi darurat seperti ini, kita tidak boleh membiarkan warga menghadapi bencana sendirian. Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat, tetapi setidaknya dapat membantu meringankan beban mereka dan mempercepat proses pemulihan," ujar Matindas.
Jenis bantuan yang disalurkan oleh Matindas meliputi paket bahan pokok (sembako), kebutuhan balita dan family kit, tenda darurat dan santunan ahli waris bagi keluarga korban meninggal dunia
Selain menyerahkan logistik, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng ini juga meminta instansi terkait segera melakukan langkah pemulihan mental (trauma healing) bagi warga.
"Kami meminta pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak untuk pemulihan psikisnya. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah mengingat gempa susulan masih terjadi," lanjutnya.
Demi kelancaran rehabilitasi jangka panjang, Matindas mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah setempat untuk bergerak cepat melakukan inventarisasi dampak kerusakan di lapangan. Data tersebut nantinya akan menjadi acuan rekonstruksi rumah warga, rumah ibadah, fasilitas umum, serta infrastruktur yang rusak.
Apresiasi datang dari masyarakat dan pemerintah daerah atas respons cepat Kementerian Sosial serta kehadiran langsung wakil rakyat di lokasi bencana. Menanggapi hal itu, Matindas menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh proses penanganan darurat hingga tuntas.
Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten
Ia juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang berada di kawasan rawan bencana geologi akibat aktivitas sesar aktif dan pertemuan beberapa lempeng tektonik.
"Karena itu, penguatan kapasitas mitigasi bencana harus menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah, bersama BNPB, BPBD, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan," pungkas Matindas.
Sebelumnya, gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Senin (16/6). Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun guncangannya sempat memicu kepanikan massal serta kerusakan fisik pada rumah warga dan fasilitas pelayanan publik.

















































































