Ikuti Kami

Megawati Minta Jangan Persempit Makna Lemhannas: Bukan Sekadar Lembaga Pencetak Sertifikat

Ingatkan Visi Bung Karno, Megawati: Lemhannas Adalah Wahana Penggemblengan Pemimpin Progresif

Megawati Minta Jangan Persempit Makna Lemhannas: Bukan Sekadar Lembaga Pencetak Sertifikat
Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri.

Jakarta, Gesuri.id – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, mengingatkan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepentingan bangsa. 

Ia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan Indonesia harus dibangun dengan misi menjaga perdamaian dunia, di mana doktrin, postur, dan strateginya disusun berdasarkan cara pandang geopolitik.

Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pidatonya pada Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Acara ini dihadiri oleh jajaran DPP PDI Perjuangan seperti Hasto Kristiyanto, Ahmad Basarah, Bonnie Triyana, Andi Widjajanto, serta anggota DPR RI Utut Adianto dan TB Hasanuddin.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Megawati menuturkan bahwa kesadaran geopolitik merupakan alasan utama Presiden pertama RI, Soekarno, mendirikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Namun, ia memberikan kritik tajam terhadap perkembangan lembaga tersebut saat ini.

“Guna membangun pentingnya pemikiran geopolitik, Bung Karno mendirikan Lemhannas. Lemhannas jangan dipersempit maknanya hanya menjadi lembaga yang mengeluarkan sertifikat kepemimpinan,” tegas Megawati.

Menurut Megawati, Lemhannas seharusnya menjadi wahana penggemblengan bagi calon pemimpin dari berbagai latar belakang, mulai dari sipil, militer, profesional, pakar, budayawan, hingga representasi kepemimpinan adat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral ini untuk kemajuan bangsa.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

“Semua wajib bersatu dalam pemikiran dan cita-cita untuk Indonesia Raya. Semua harus bonded, menjadi satu kekuatan progresif bagi kemajuan peradaban bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses di Lemhannas harus mampu menyatukan perasaan senasib sebagai satu bangsa yang membentuk cita-cita masyarakat adil dan makmur.

“Disatukan dengan tanah airnya: yakni bumi, udara, tanah, dan air sebagai ruang hidup warga Indonesia,” pungkas Megawati.

Quote