Ikuti Kami

Megawati Terharu Ingat Tiga Stanza Lirik Indonesia Raya

Megawati merasa sang pembuat lirik sudah membuat Indonesia Raya dengan mengacu kondisi di Tanah Air.

Megawati Terharu Ingat Tiga Stanza Lirik Indonesia Raya
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.

Yogyakarta, Gesuri.id - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri merasa terharu ketika mengingat tiga stanza dalam lirik Indonesia Raya.

Sebab, putri Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu merasa sang pembuat lirik sudah membuat Indonesia Raya dengan mengacu kondisi di Tanah Air.

Rasa haru itu terungkap saat Megawati berpidato di acara Peresmian Patung Bung Karno di Omah Petroek, Dusun Wonorejo, Pakem, Yogyakarta, Rabu (23/8).

Baca: Andreas Hugo: Gibran Pakai Baju Petugas Parkir Bukan Sindiran

Awalnya, dia mengatakan Indonesia adalah negara yang beragam dari sisi etnis, suku, agama, dan antargolongan.

Megawati mengaku sering turun ke rakyat sehingga Presiden kelima RI itu tahu segala keragaman Indonesia sampai ke hal yang aneh sekali pun.

"Jadi, keragaman kita ini luar biasa. Kalau enggak pernah turun, udah, deh. Nanti bingung, betul, tetapi karena saya tahu, saya turun ke bawah, segala macam, segala macam, ketemu yang aneh-aneh, ini keragaman Indonesia Raya," ujarnya saat berpidato di Peresmian Patung Bung Karno, Rabu.

Megawati kemudian mengajak semua pihak untuk mendengarkan Indonesia Raya sebanyak tiga stanza, karena lirik lagu itu ditulis berdasarkan kondisi Tanah Air.

"Makanya, coba dengarkan Indonesia Raya, itu luar biasa. Nanti saya mau memperkenalkan, kemarin waktu BPIP itu tiga stanza, aduh, kalau dengar itunya, hmm, apa, ya. Bikin liriknya itu, lo, waduh luar biasa. Betul, lo," kata dia dengan terbata-bata.

Namun, kata Megawati, warga di Tanah Air masih ada yang diam saja dan tak terharu ketika Indonesia Raya berkumandang.

Baca: Gibran Tunggu Perintah DPP Terkait Arahan Untuk Relawan

"Kadang orang wes meneng (diam,red) wae menganggapnya. Indonesia Raya opo ora to yo. Benar, lo. Saya enggak pernah bohong. Saya ketemu orang seribu satu macam," ucap dia kembali dengan terbata-bata menahan haru.

Megawati selanjutnya memilih menyetop pidato karena tidak bisa menahan haru. Toh, dia merasa tidak memiliki waktu cukup apabila terus berbicara. Beberapa yang hadir termasuk Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga tampak ikut terharu, mengelap matanya yang basah.

"Sampun, nggeh. (Sudah ya, red). Nanti sampai malam. Saya pamit, mau pulang," ungkapnya.

Quote