Jakarta, Gesuri.id - Anggota MPR RI Musthofa mendorong kader partai politik untuk memperkuat pemahaman ideologi kebangsaan sebagai bekal melahirkan pemimpin yang berintegritas dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Hal tersebut disampaikannya saat bertemu kader PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Sabtu, 7 Februari 2026, di Aula Rumah Aspirasi DPR RI Musthofa.
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 kader ini menjadi sarana konsolidasi sekaligus penguatan nilai-nilai Pancasila dan Empat Pilar Kebangsaan dalam praktik perjuangan politik di daerah.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Musthofa menegaskan bahwa kader partai memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin di lingkungan masing-masing, baik di organisasi, masyarakat, maupun pemerintahan.
Karena itu, pembentukan karakter dan moral menjadi hal utama yang harus ditanamkan sejak dini.
“Penguatan ideologi kebangsaan ini penting agar kader partai memiliki arah yang jelas. Jika Pancasila dijadikan landasan, maka akan lahir pemimpin yang berintegritas dan bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujar Musthofa, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa dinamika politik yang semakin kompleks menuntut kader partai untuk tetap berpegang pada nilai persatuan, keadilan, dan semangat gotong royong.
Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi kompas dalam setiap langkah politik agar tidak menyimpang dari tujuan berbangsa dan bernegara.
“Jangan sampai perjuangan politik justru menjauh dari nilai kemanusiaan. Pancasila harus hadir dalam setiap keputusan dan tindakan kita,” tegasnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi dialog terbuka.
Para kader menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas politik sehari-hari, khususnya dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.
Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak
Salah satu kader PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Sutrisno, menyambut baik kegiatan tersebut.
Ia menilai penguatan ideologi kebangsaan menjadi pengingat penting bagi kader partai agar tidak terjebak pada kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami diingatkan bahwa tugas kader partai bukan hanya memenangkan politik, tetapi juga menjaga nilai Pancasila agar kepemimpinan yang lahir benar-benar berintegritas dan berpihak pada rakyat,” pungkas Sutrisno.

















































































