Jakarta, Gesuri.id – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Serang, Mochamad Nasir, menegaskan komitmen partainya untuk mengawal setiap jengkal pembangunan di Ibu Kota Provinsi Banten.
Hal tersebut disampaikan Nasir saat memimpin kunjungan silaturahmi jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan periode 2025-2030 ke ruang kerja Wali Kota Serang, Budi Rustandi, Senin (13/4).
Pria yang akrab disapa Ocing ini menyatakan bahwa PDI Perjuangan akan memposisikan diri sebagai mitra kritis yang konstruktif bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi
“PDI Perjuangan siap berkolaborasi. Kami akan memberikan masukan, kritik, sekaligus solusi agar kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Nasir di hadapan Wali Kota.
Menurut Ocing, pembangunan daerah tidak boleh hanya mengejar target fisik atau sekadar terlihat bagus dalam laporan di atas kertas. Ia menekankan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat kecil, terutama dalam isu pengangguran dan penataan ekonomi kerakyatan.
“Kami akan memastikan program strategis, mulai dari pengurangan pengangguran hingga penataan pasar, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM dan warga. Kota Serang harus bergerak menjadi kota yang maju dan layak sebagai Ibu Kota Banten,” tegasnya.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Sinergi Menuju Ibu Kota Provinsi yang Layak
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyambut baik komitmen "Banteng Moncong Putih" tersebut. Budi mengakui bahwa Pemkot Serang tidak bisa bekerja sendirian dalam menata kota. Masukan dari elemen partai politik dinilai sangat krusial untuk meningkatkan kualitas pembangunan.
“Saya meminta PDI Perjuangan proaktif memberikan masukan (sharing) agar Kota Serang semakin layak menyandang status Ibu Kota Provinsi Banten,” kata Budi.
Budi juga memaparkan bahwa tantangan besar saat ini adalah menciptakan iklim investasi yang sehat untuk menekan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Selain itu, ia menyoroti percepatan penataan Pasar Induk Rau agar bertransformasi menjadi ikon ekonomi yang tertib dan nyaman.

















































































