Ikuti Kami

Nila Kritik Keras Tiket Mahal dan Layanan Maskapai yang Buruk Bisa Hambat Pariwisata Nasional

Menurut Legislatif Muda Dapil X Jatim, ketertinggalan ini tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya promosi.

Nila Kritik Keras Tiket Mahal dan Layanan Maskapai yang Buruk Bisa Hambat Pariwisata Nasional
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan bahwa sektor pariwisata Indonesia saat ini sebenarnya tengah mengalami kebangkitan yang signifikan. 

Namun demikian, dalam persaingan global, Indonesia justru mulai tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang semakin agresif menarik wisatawan mancanegara.

Menurut Legislatif Muda Dapil X Jatim, ketertinggalan ini tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya promosi. Ia menilai Kementerian Pariwisata telah terus melakukan berbagai upaya pemasaran. Akan tetapi, persoalan mendasar yang bersifat struktural hingga kini belum terselesaikan.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo 

“Berdasarkan evaluasi dalam berbagai rapat sebelumnya, persoalan utama kita terletak pada konektivitas ke destinasi yang masih terbatas, biaya perjalanan domestik yang mahal, serta kesiapan layanan di daerah yang belum konsisten. Ini yang membuat wisatawan, termasuk wisatawan domestik, lebih memilih ke luar negeri karena dianggap lebih mudah dan pasti,” ujar Nila Yani.

Ia juga menyoroti keluhan masyarakat terkait tingginya harga tiket pesawat domestik. Bahkan, pada momentum libur panjang terakhir, biaya perjalanan ke sejumlah destinasi dalam negeri justru lebih mahal dibandingkan perjalanan ke luar negeri.

“Ini adalah persoalan berulang yang tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi yang jelas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, Nila Yani menyoroti kualitas layanan maskapai domestik yang dinilai masih jauh dari harapan. 

Ia mengungkapkan berbagai permasalahan seperti keterlambatan penerbangan tanpa kepastian, kebersihan pesawat yang kurang terjaga, hingga minimnya perawatan dan pembaruan fasilitas di dalam pesawat.

“Kondisi ini tentu berdampak langsung pada citra pariwisata Indonesia di mata wisatawan. Jika tiket domestik lebih mahal dari internasional dan pelayanan maskapai seperti ini, maka wajar jika publik mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap pariwisata nasional,” ujarnya.

Politisi Muda PDI Perjuangan tersebut mendorong pemerintah untuk segera melakukan komunikasi lintas sektor guna menyelesaikan persoalan ini secara menyeluruh.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

“Saya mendorong agar penyusunan program kerja ke depan lebih berani dan terintegrasi lintas kementrian dan lembaga mengenai transportasi, harga tiket, konektivitas, dan yang paling penting hari ini adalah keberlanjutan lingkungan (khususnya di destinasi proritas). Yang tidak kalah penting juga adalah memastikan kualitas hidup masyarakat di destinasi wisata benar-benar meningkat. Disparitas antar daerah masih lebar, dan pariwisata seharusnya menjadi alat pemerataan, bukan justru memperdalam ketimpangan,” ujar politisi muda.

Nila Yani mendorong agar penyusunan program kerja ke depan dilakukan secara lebih berani dan terintegrasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya dalam hal transportasi, harga tiket, konektivitas, serta keberlanjutan lingkungan di destinasi prioritas.

“Ke depan, kita tidak bisa lagi bekerja secara sektoral. Pariwisata harus dibangun secara terpadu agar benar-benar menjadi motor pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Quote