Jakarta, Gesuri.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong Ibu Kota menjadi simpul utama industri kopi nasional sekaligus pusat promosi, perdagangan, dan penghubung pelaku usaha lokal dengan pasar global.
Langkah ini didukung oleh melimpahnya keanekaragaman varietas kopi Nusantara serta pesatnya pertumbuhan industri hilir di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem perkopian dari hulu hingga hilir.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Menurutnya, potensi kopi Indonesia sangat besar jika dikelola melalui kolaborasi yang terencana.
“Kita memiliki keanekaragaman varietas kopi yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke. Jika dikemas melalui kolaborasi terencana, tentu dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan sangat besar,” ujar Pramono dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
Saat ini, geliat industri hilir kopi di Jakarta terus menunjukkan tren positif, ditandai pesatnya pertumbuhan kedai kopi, kafe, hingga restoran yang kini melibatkan hampir 193 ribu pelaku usaha. Perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda yang menggemari konsep grab-and-go di ruang publik, makin memperkokoh budaya minum kopi di Ibu Kota.
Pertumbuhan ekosistem tersebut ditopang fondasi ekonomi Jakarta yang solid, di mana Ibu Kota menyumbang 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan tingkat inflasi yang terjaga rendah di angka 2,5 persen.
Pramono menambahkan, keunikan rasa kopi Indonesia seperti Gayo, Luwak, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani, hingga Mandailing menjadi modal utama untuk menembus pasar internasional. Varietas yang beragam ini menjadi keunggulan komparatif dibandingkan negara produsen lain.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
“Saya sempat mencicipi kopi dari Tanzania saat menerima delegasi mereka. Mereka hanya mengandalkan satu varietas, sangat berbeda dengan kekayaan rasa kopi lokal kita yang beragam dan kaya karakter,” ungkapnya.
Guna memperkuat posisi Jakarta di tingkat global, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya mendukung gelaran agenda industri berskala internasional. Pramono secara khusus mendorong Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk kembali memboyong ajang bergengsi World of Coffee ke Jakarta sebelum tahun 2030, dengan target pelaksanaan pada Mei 2029.
"Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh, termasuk asistensi kebijakan dan kemudahan lainnya. Jakarta harus terus menjadi wadah pertemuan ide, kreativitas, dan inovasi lintas sektor agar potensi industri kopi nasional dapat dikembangkan secara megah dan berdaya saing luas," pungkas Pramono.

















































































