Ikuti Kami

PDI Perjuangan Kota Metro Kecam Pembuangan Sampah di Rejomulyo: "Jangan Tumbalin Rakyat!"

PDI Perjuangan menilai langkah tersebut bukan solusi, melainkan bentuk pemindahan kegagalan kebijakan yang mengorbankan masyarakat kecil.

PDI Perjuangan Kota Metro Kecam Pembuangan Sampah di Rejomulyo:
​Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kota Metro, Tommy Gunawan.

​Metro, Gesuri.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Metro mengecam keras kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang mengalihkan lokasi pembuangan sampah ke kawasan Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan. 

PDI Perjuangan menilai langkah tersebut bukan solusi, melainkan bentuk pemindahan kegagalan kebijakan yang mengorbankan masyarakat kecil.

​Meski portal Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo telah kembali dibuka, pengalihan sampah ke Rejomulyo justru memicu gelombang protes. Aktivitas pembuangan sampah di lokasi baru tersebut dikeluhkan warga karena berdekatan langsung dengan pemukiman, sekolah, hingga pondok pesantren.

Baca: 

​Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kota Metro, Tommy Gunawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menyelesaikan masalah TPAS Karangrejo dengan menjadikan warga Rejomulyo sebagai korban.

​"Yang lebih menyengat dari bau sampah adalah ketidakadilan. Saya tegaskan, hentikan pembuangan sampah di Rejomulyo! Kota Metro tidak boleh terlihat bersih hanya karena sampahnya disembunyikan di kampung rakyat," ujar Tommy kepada awak media, Rabu (26/8/2026).

​Tommy menilai kebijakan persampahan seharusnya berbasis pada kelestarian lingkungan dan kepentingan publik, bukan sekadar mengejar tampilan kota yang bersih di atas kertas tanpa kajian memadai.

​Bahkan, PDI Perjuangan melontarkan kritik pedas terhadap jajaran pejabat Pemkot Metro yang dinilai mengambil keputusan dari balik meja tanpa merasakan langsung penderitaan warga.

​"Kalau Pemkot Metro merasa lokasi tersebut aman dan tidak mengganggu, saya tantang Wali Kota, Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta pejabat terkait untuk berkantor dan tinggal beberapa hari di sana. Hirup udaranya dari pagi sampai malam, lihat lalatnya, dan dengarkan keluhan pesantren serta sekolah di sekitar. Jangan mengajari rakyat bersabar dari ruangan ber-AC!" tegasnya.

​Merespons kondisi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Metro melayangkan empat tuntutan tegas kepada Pemkot Metro:

1. Hentikan Aktivitas Pembuangan: Segera menghentikan pembuangan sampah di Rejomulyo dan membersihkan seluruh tumpukan sampah yang terdampak.

2. ​Turun ke Lapangan: Wali Kota dan jajaran dinas terkait wajib turun langsung merasakan kondisi lingkungan di Rejomulyo.

3. ​Transparansi Dokumen: Membuka dokumen dasar penggunaan kawasan, izin lingkungan, kapasitas pengolahan, serta hasil uji kualitas lingkungan secara independen kepada publik.

Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar 

4. ​Tuntaskan Masalah Petani: Pemerintah pusat dan daerah didesak berhenti saling lempar tanggung jawab atas masalah gagal panen dan dampak proyek strategis nasional (PSN) yang merugikan petani Rejomulyo.

​"Rejomulyo bukan tempat sampah dan bukan halaman belakang kekuasaan. Petaninya bukan tumbal PSN dan rakyatnya bukan tempat membuang kegagalan kebijakan," seru Tommy.

​PDI Perjuangan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pengawalan terhadap arah kebijakan publik agar tetap berpihak pada keadilan. Apabila tuntutan dan keberatan warga terus diabaikan, PDI Perjuangan Kota Metro menyatakan siap menempuh jalur hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Quote