Ikuti Kami

Peringatan Harsiarda 2026, Tuti Turimayanti Dorong Penyiaran Digital Lestarikan Budaya Jawa Barat

Perkembangan teknologi digital seharusnya menjadi peluang besar, bukan ancaman.

Peringatan Harsiarda 2026, Tuti Turimayanti Dorong Penyiaran Digital Lestarikan Budaya Jawa Barat
​Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti.

​Bandung, Gesuri.id  — Peringatan Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkuat peran media penyiaran dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah gempuran teknologi.

​Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti, SE., menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital seharusnya menjadi peluang besar, bukan ancaman, untuk mengenalkan kekayaan tradisi Jawa Barat ke tingkat yang lebih luas.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​"Transformasi digital penyiaran harus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Jawa Barat. Kita memiliki bahasa daerah, kesenian tradisional, adat istiadat, dan berbagai kearifan lokal yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Tuti.

​Pernyataan tersebut selaras dengan tema Harsiarda 2026, yakni “Transformasi Digital Penyiaran: Merawat Kearifan Lokal Menuju Jawa Barat Istimewa.”

​Menurut politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat ini, penyiaran digital memegang peran strategis yang tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi, melainkan juga sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya.

​Ia menekankan pentingnya kreativitas agar nilai-nilai lokal dapat dikemas dengan gaya yang segar sehingga mudah diterima oleh generasi muda yang karakternya sangat dekat dengan media digital.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​"Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat saat ini menuntut lembaga penyiaran untuk terus berinovasi. Program siaran perlu dikemas secara menarik dan relevan dengan perkembangan zaman, tanpa menghilangkan nilai edukasi serta karakter budaya yang menjadi ciri khas daerah kita," lanjutnya.

​Lebih jauh, Tuti menilai hadirnya platform digital membuka keran partisipasi yang lebih luas bagi para pelaku seni, komunitas budaya, hingga masyarakat umum untuk mempromosikan potensi daerah masing-masing.

​Melalui sinergi dan dukungan penyiaran yang tepat, ia optimistis kekayaan kearifan lokal Jawa Barat mampu menjangkau khalayak nasional bahkan internasional.

Quote