Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengkaji ulang rencana retreat kepala sekolah yang dialokasikan dari anggaran APBD.
Di tengah efisiensi anggaran, Amithya menilai peningkatan kualitas kepala sekolah seharusnya berfokus pada pembenahan tata kelola sumber daya manusia (SDM) pendidikan yang terukur dan tepat sasaran.
Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, kegiatan berbentuk retreat bukan satu-satunya jalan untuk mendongkrak kapasitas para pimpinan sekolah.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Pemkot dinilai perlu memastikan setiap program memiliki urgensi yang jelas, mampu menjawab persoalan nyata, serta dapat dievaluasi secara berkala.
“Semua kegiatan harus ditimbang dampak positif dan negatifnya. Kalau tujuannya untuk meningkatkan kualitas kepala sekolah, pendekatan retreat bukan satu-satunya solusi,” ujar Amithya, Jumat (9/10).
Ia menjelaskan, pembenahan tata kelola SDM pendidikan sebenarnya bisa dioptimalkan melalui mekanisme yang sudah ada, seperti penyempurnaan proses seleksi, penempatan kepala sekolah, hingga evaluasi kinerja berkala di tiap satuan pendidikan. Pendekatan ini dinilai jauh lebih sistematis dibandingkan mengandalkan kegiatan singkat.
Amithya pun mendorong Pemkot Malang menyusun skema peningkatan kapasitas yang lebih tajam dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
“Harus ada kegiatan yang lebih menukik pada kebutuhan nyata. Fokusnya pada perbaikan tata kelola SDM. Kenapa tidak dipusatkan di situ saja?” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut.
Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
Selain mengevaluasi rencana retreat, Amithya meminta pemerintah mengoptimalkan peran lembaga dan pengawas pendidikan yang sudah tersedia. Dewan Pengawas Sekolah dan Dewan Pendidikan dinilai dapat dilibatkan secara aktif untuk memetakan kondisi serta persoalan pendidikan di Kota Malang secara menyeluruh.
“Kita punya Dewan Pengawas Sekolah dan Dewan Pendidikan. Kenapa tidak mulai dari situ? Mari mendiagnosis kondisi dan permasalahan pendidikan di Kota Malang bersama mereka, sehingga kita tahu solusi terbaik apa yang harus diambil,” paparnya.
Amithya menegaskan, setiap rupiah anggaran pendidikan wajib berorientasi pada efektivitas dan dampak nyata terhadap mutu sekolah. Oleh karena itu, rencana retreat kepala sekolah perlu ditelaah ulang agar sejalan dengan prioritas pembenahan pendidikan di Kota Malang.

















































































