Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., memimpin panen ikan dan jagung bersama kelompok tani binaan DPD PDI Perjuangan Lampung di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat (29/5).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan dari desa sekaligus konsolidasi sektor pangan yang melibatkan kader partai, petani, dan pembudidaya ikan.
“Ini bukti kalau petani kita hebat. Kalau didukung teknologi, bibit unggul, pupuk, dan pasar yang jelas, Indonesia tidak perlu impor jagung lagi. Lampung Selatan bisa jadi lumbung pangan Sumatera,” kata Prof. Rokhmin, dilansir dari www.askara.co.
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basri dan I Ketut Suwendra, serta para Ketua DPC PDI Perjuangan dari sejumlah kabupaten di Lampung. Fungsionaris DPD dan kader partai juga ikut membaur bersama petani dan pembudidaya ikan dalam kegiatan tersebut.
Di lokasi tambak binaan DPD PDI Perjuangan Lampung, Prof. Rokhmin bersama rombongan memanen sekitar 6 ton ikan nila dan lele. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan panen jagung di lahan pertanian yang telah memasuki masa panen.
“Ikan 6 ton, jagung berlimpah. Ini bukan sulap. Ini hasil keringat petani dan pendampingan kader-kader PDI Perjuangan yang tidak pernah lelah turun ke bawah,” tegas Prof. Rokhmin.
Ia juga mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan di Lampung agar terus mendampingi petani dan nelayan sebagai bagian dari perjuangan partai dalam memperkuat kesejahteraan rakyat.
“Kalau kita ingin menang, menangkan dulu perut rakyat. Dampingi petani, bela nelayan. Itu DNA-nya PDI Perjuangan,” ujarnya disambut tepuk tangan petani.
Prof. Rokhmin turut memberikan apresiasi kepada DPD PDI Perjuangan Lampung, PKWT, dan kelompok tani yang terus berupaya membangun kemandirian pangan di tingkat desa. Menurutnya, desa-desa binaan seperti Palas dapat menjadi model pengembangan pangan nasional.
Usai panen, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 10 ton bibit padi MSP (Mari Sejahterakan Petani) serta alat penetas telur kepada 1.250 petani dari 17 kecamatan di Lampung Selatan. Bibit padi unggul tersebut diklaim tahan hama, hemat air, memiliki masa panen lebih singkat, dan berpotensi menghasilkan panen hingga 9-11 ton per hektare.
“PDI Perjuangan tidak hanya bicara politik. Kami kerja nyata di sawah. Bibit MSP ini ikhtiar kita agar petani naik kelas, dari sekadar tanam untuk makan menjadi tanam untuk sejahtera,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.
Ia menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan konsep Revolusi Biru-Hijau yang memadukan pembangunan sektor pertanian dan kelautan sebagai fondasi kedaulatan pangan nasional.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, menegaskan bahwa panen ikan dan jagung di Palas merupakan wujud nyata komitmen partai dalam mendukung swasembada dan kedaulatan pangan Indonesia.
“Panen ikan dan jagung di area binaan DPD PDI Perjuangan Lampung merupakan bentuk dukungan terhadap kedaulatan pangan di Indonesia. Jadi ini harus terus didukung dengan pembinaan dan pendampingan untuk petani dan nelayan,” kata Winarti.
Menurut Winarti, hasil panen ikan yang mencapai sekitar 6 ton akan disalurkan melalui koperasi binaan agar harga di tingkat pembudidaya tetap terjaga dan menguntungkan petani.
“Hasil ini akan masuk ke koperasi binaan agar harga di tingkat pembudidaya tetap bagus,” tambahnya.
Ia juga menilai kehadiran Prof. Rokhmin Dahuri menjadi motivasi bagi kader partai dan para petani untuk terus mengembangkan sektor pangan di Lampung.
“Hadirnya Ketua DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri di kegiatan panen ikan dan jagung di Lampung Selatan menjadi bukti dukungan penuh untuk swasembada pangan di Provinsi Lampung dan Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dialog antara Prof. Rokhmin dan kelompok tani serta pembudidaya ikan. Sejumlah aspirasi yang disampaikan antara lain kebutuhan pakan ikan mandiri, stabilisasi harga jagung, dan normalisasi saluran irigasi.
“PDI Perjuangan tidak akan berhenti di panen seremonial. Kita kawal dari bibit, tanam, panen, sampai pasar. Itu namanya berjuang bersama rakyat,” pungkas Prof. Rokhmin.

















































































