Ikuti Kami

Rencana Larangan Dagang Cuanki di Pusdai, PDI Perjuangan Jabar Desak Walkot Bandung Cari Solusi Humanis

Pemerintah daerah seharusnya tidak mengeluarkan kebijakan yang berpotensi memotong sumber penghasilan masyarakat kecil.

Rencana Larangan Dagang Cuanki di Pusdai, PDI Perjuangan Jabar Desak Walkot Bandung Cari Solusi Humanis
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono.

Jakarta, Gesuri.id — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menginstruksikan anggotanya di DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan, untuk segera menemui Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. 

Langkah ini diambil guna menyuarakan penolakan terhadap rencana pelarangan pedagang cuanki berjualan di kawasan Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Ono menilai, di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah daerah seharusnya tidak mengeluarkan kebijakan yang berpotensi memotong sumber penghasilan masyarakat kecil.

"Situasi kondisi ekonomi secara makro memang masih dikatakan baik. Namun, inflasi meningkat, nilai dolar semakin tinggi, dan PHK terjadi di mana-mana sehingga daya beli masyarakat menurun," ujar Ono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat ini mengaku prihatin setelah membaca pemberitaan mengenai rencana sterilisasi pedagang tersebut. Ia meminta Wali Kota Bandung menunda kebijakan itu dan lebih mengedepankan pendekatan yang berpihak pada rakyat kecil.

"Sikap kita harus jelas. Kami mendorong Wali Kota Bandung, Pak Farhan, agar jangan dulu melarang orang berjualan. Ditahan dulu, jangan ada regulasi yang melarang-larang, apalagi mereka tidak membangun tempat secara permanen," tegas Ono.

Lebih lanjut, Ono memandang keberadaan pedagang cuanki bukan sekadar pencari nafkah, melainkan sudah menjadi bagian dari ikon kuliner khas Kota Bandung. Terlebih, para pedagang menggunakan gerobak bergerak (mobile) yang tidak permanen dan hanya berjualan di waktu-waktu tertentu.

Menurutnya, kawasan tersebut sangat mungkin untuk ditata rapi tanpa harus ada aksi penggusuran atau pelarangan. Ia berharap Pemkot Bandung mengedepankan dialog interaktif bersama para pedagang agar rencana penataan wilayah estetika kota bisa berjalan beriringan dengan keberlangsungan ekonomi warga.

"Jangan sampai kebijakan itu membuat rakyat kehilangan pendapatan di saat kondisi ekonomi sedang sulit. Kalau bisa, ini disuarakan betul," imbuhnya.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Menindaklanjuti arahan tersebut, Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi PDI Perjuangan, Andri Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak melakukan komunikasi awal dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung.

Kendati demikian, Andri menyebut koordinasi tersebut saat ini masih bersifat tertutup dan pihaknya akan terus mendorong agar ruang dialog terbuka bersama Wali Kota bisa segera terealisasi.

Quote