Ikuti Kami

Romy Soekarno Sarankan Kartu ATM Makan Bergizi Gratis, Uang Langsung Masuk Rekening Orang Tua

Kartu ATM ini berfungsi sebagai ditransfer uangnya setiap hari Rp15.000 ke dalam rekening yang dia terima.

Romy Soekarno Sarankan Kartu ATM Makan Bergizi Gratis, Uang Langsung Masuk Rekening Orang Tua
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Romy Soekarno.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Romy Soekarno, mengusulkan penggunaan Kartu ATM Makan Bergizi Gratis sebagai mekanisme baru penyaluran dana bantuan kepada siswa. Menurutnya, skema tersebut dapat memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalisasi risiko kebocoran anggaran negara dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kartu ATM ini berfungsi sebagai ditransfer uangnya setiap hari Rp15.000 ke dalam rekening yang dia terima dan Rp15.000 itu bisa untuk dia masak di rumah, ibunya memasakkan untuk anaknya. Jadi tidak ada kebocoran sama sekali,” kata Romy Soekarno, dikutip Jumat (31/7/2026).

Romy menjelaskan, melalui skema tersebut dana bantuan sebesar Rp15.000 per hari akan ditransfer langsung ke rekening orang tua atau wali murid. Apabila dalam satu keluarga terdapat dua anak yang menjadi penerima manfaat, maka total bantuan yang diterima mencapai Rp30.000 setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Menurutnya, mekanisme distribusi dana akan memanfaatkan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Orang tua atau wali murid nantinya diwajibkan mengambil surat keterangan dari kelurahan sebagai syarat pembukaan rekening di bank-bank Himbara agar Kartu ATM Makan Bergizi Gratis dapat segera digunakan.

Selain mengusulkan penyaluran bantuan secara langsung kepada keluarga penerima manfaat, Romy juga menawarkan alternatif lain berupa pengelolaan anggaran melalui dapur atau kantin sekolah. Menurutnya, skema tersebut akan lebih sederhana karena pengelolaan makanan dilakukan langsung oleh pihak sekolah.

“Opsi kedua adalah di sekolah dapurnya, ya dibuat di sekolah yang mengelola adalah sekolah gitu itu lebih simpel lagi,” kata Romy Soekarno.

Ia menilai kedua skema tersebut layak dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan penyaluran yang lebih sederhana dan pengawasan yang lebih ketat, manfaat program diharapkan dapat dirasakan langsung oleh para siswa.

Romy juga berpandangan bahwa implementasi Kartu ATM Makan Bergizi Gratis berpotensi memangkas biaya operasional logistik dan distribusi yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran dalam program bantuan. Dengan demikian, anggaran negara dapat dimanfaatkan secara lebih efisien sekaligus mendukung upaya perbaikan gizi nasional secara berkelanjutan.

Quote