Jakarta, Gesuri.id - Lembaga kajian pemikiran kebangsaan Megawati Institute menggelar pertemuan bersama delegasi akademisi dunia yang terdiri atas peraih Penghargaan Nobel (Nobel Laureates), peraih Turing Award, dan sejumlah peneliti terkemuka dari berbagai bidang keilmuan internasional.
Salah satu tokoh yang hadir dalam dialog kebangsaan tersebut adalah ekonom dan ilmuwan politik asal Britania Raya peraih Penghargaan Nobel Bidang Ekonomi tahun 2024, Prof. James A. Robinson.
Para ilmuwan kelas dunia tersebut diterima langsung oleh Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Dewan Pembina Megawati Institute, Megawati Soekarnoputri, bersama Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid.
Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid, menjelaskan bahwa para ilmuwan yang hadir tersebut merupakan delegasi yang sebelumnya menghadiri ajang pertemuan puncak (summit) internasional bertajuk “Science for Development” (Ilmu Pengetahuan untuk Pembangunan) di Dili, Timor-Leste.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Hilmar menekankan, di tengah dinamika global, jalannya program pembangunan nasional sering kali beroperasi dengan logikanya sendiri yang pragmatis.
Oleh sebab itu, intervensi keilmuan dan sains sangat dibutuhkan untuk menjaga agar arah pembangunan tetap berada di jalur kemanusiaan dan konstitusi yang benar.
"James Robinson, salah satu ekonom terkemuka peraih hadiah Nobel, hadir dalam pertemuan ini dan memberikan banyak pandangan mengenai bagaimana sains berkontribusi pada pembangunan. Kemarin kami baru selesai berdiskusi dengan Ibu Megawati, dan beliau meminta para peserta summit ini untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi dunia. Ke depan, kami berharap Megawati Institute dapat bekerja sama dengan para pakar dunia untuk menjadi tuan rumah bagi kegiatan serupa di
Indonesia," kata Hilmar Farid.
Dalam kesempatan yang sama, peraih Nobel Ekonomi 2024, Prof. James A. Robinson, menyatakan kegembiraannya dapat berkunjung ke Indonesia atas undangan resmi dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri serta Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Robinson menjelaskan bahwa agenda kunjungannya difokuskan untuk memperdalam pemahaman mengenai struktur sosial masyarakat serta fungsi kelembagaan institusi di Timor-Leste dan Indonesia, guna merumuskan formulasi pembangunan yang inklusif dan menyejahterakan rakyat banyak.
Secara khusus, penulis buku ekonomi-politik terkemuka ini mengungkapkan ketertarikan akademisnya yang besar terhadap gagasan dasar negara Indonesia, yakni ideologi Pancasila yang dirumuskan oleh Bung Karno.
"Saya juga sangat tertarik berada di Megawati Institute ini untuk mempelajari filosofi Pancasila dari Presiden Sukarno, serta bagaimana filosofi tersebut berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Jadi, terima kasih banyak," kata James A. Robinson.
Pertemuan strategis ini diharapkan menjadi landasan awal bagi terjalinnya kolaborasi riset jangka panjang antara para pemikir dunia dengan lembaga kajian nasional, guna merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi yang berkeadilan sosial bagi kemajuan Indonesia.

















































































