Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong pemerintah daerah aktif memproduksi film bertema potensi wilayahnya.
Ia menilai langkah ini mampu mengangkat potensi daerah secara profesional dan berkelanjutan.
Samuel mengatakan film tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada insan perfilman nasional. “Kita gak bisa hanya nuntut orang tapi kita gak mau peran serta, gak mau chip in disitu,” kata legislator dari Fraksi PDI Perjuangan kepada rri.co.id usai Rapat Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional dengan Eselon Kemenekraf dan Asosiasi Film di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Ia menekankan film dapat menjadi sarana komunikasi komprehensif antara pemerintah dan masyarakat luas. Menurutnya, keberpihakan anggaran menjadi kunci keberlanjutan produksi film daerah.
Samuel menyebut produksi film dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran, dari film besar hingga film indie. “Persoalannya keberpihakannya dan kita merasa punya kepentingan gak dengan film,” ucapnya.
Komisi VII DPR RI, lanjut Samuel, akan mendorong kepala daerah melalui jalur konstituen lintas partai. “Setiap kita ini kan punya konstituen dan setiap kita ini berhubungan dengan kepala daerah kita masing-masing,” kata Anggota DPR asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I tersebut.
“Jadi kita bisa ngomong walaupun saat ini kita kan tahu ya ada efisiensi di semua lini. Tapi tetap kita perlu sahakan,” ujarnya.
Terkait distribusi film, Samuel mengusulkan pemanfaatan ruang sederhana di daerah sebagai bioskop kampung. Usulan ini muncul seiring masih terbatasnya akses layar dan fasilitas bioskop di sejumlah wilayah.
“Cara paling mudah saya bikin layar apakah layar tancap atau dalam gedung kemudian saya melalui komputer connect Netflix lalu ditayangkan. Itu paling simpel dan itu akan saya lakukan di daerah-daerah,” ucap Samuel.
Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih
Ia mengatakan pemutaran dilakukan tanpa penjualan tiket. Hal ini bertujuan meningkatkan akses dan inspirasi bagi anak-anak daerah.
Samuel menegaskan Komisi VII tidak hanya berhenti pada wacana dan usulan. Ia menyebut diperlukan aksi nyata dan kerja bersama semua pihak.
Menjelang Ramadan dan libur Lebaran mendatang, Samuel mengajak masyarakat menonton film Indonesia bersama keluarga. Ajakan tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional.

















































































