Yogyakarta, Gesuri.id — Puluhan politikus dan aktivis pro-demokrasi se-Asia Tenggara dan Asia Timur mendatangi Kantor DPD PDI Perjuangan D.I. Yogyakarta di Jalan Tentara Rakyat Mataram, Jetis, Kota Yogyakarta, Minggu (6/9/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Konferensi Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) yang berlangsung di Yogyakarta, 3–7 September 2026.
Pertemuan lintas negara tersebut dimanfaatkan para delegasi untuk memperkuat komunikasi, konsolidasi, dan jejaring antarpartai politik. Salah satu isu krusial yang mengemuka adalah kekhawatiran bersama terhadap tren kemunduran demokrasi di beberapa kawasan Asia. Selain itu, para peserta juga membedah dinamika ekonomi dan tantangan politik regional.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan DIY menyambut hangat rombongan tersebut. Tampak hadir Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi, Sekretaris DPD Yan Kurnia Kustanto, jajaran pengurus harian, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY.
Sejumlah Ketua DPC PDI Perjuangan se-DIY turut mendampingi, antara lain Danang Maharsa (Sleman), Eko Suwanto (Kota Yogyakarta), Endah Subekti Kuntariningsih (Gunungkidul), Fajar Gegana (Kulon Progo), dan Hanung Raharjo (Bantul).
Alunan merdu musik gamelan menyambut kedatangan para tamu internasional, di antaranya Direktur Regional Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia Moritz Kleine-Brockhoff dan Sekretaris Jenderal Singapore Democratic Party (SDP) Dr. Chee Soon Juan.
Saat berkeliling area kantor, para delegasi menaruh perhatian besar pada berbagai memorabilia sejarah partai dan sosok Proklamator RI, Soekarno. Mereka berfoto di depan potret besar Bung Karno di lantai satu serta patung Sang Proklamator di halaman gedung.
Kekaguman juga muncul saat rombongan melintas di depan foto Megawati Soekarnoputri. "She’s one strong woman," celetuk salah seorang delegasi saat mengamati foto Presiden ke-5 RI tersebut.
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, menegaskan bahwa momentum ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa dan kearifan lokal Indonesia ke panggung internasional.
"Bung Karno adalah peletak dasar nilai-nilai demokrasi di Indonesia melalui falsafah Pancasila. Bagi kami, merawat demokrasi tidak cukup dengan berwacana di forum politik, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata: hadir bersama rakyat, mendengarkan aspirasi mereka, dan mengikis kesenjangan ekonomi," ujar Nuryadi.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Yan Kurnia Kustanto, menambahkan bahwa partainya tengah melakukan transformasi menuju modernisasi organisasi berbasis teknologi tanpa mencabut akar rumputnya.
"Kami adalah partai tradisional yang bertransformasi menjadi partai modern dengan struktur aktif hingga tingkat padukuhan atau RW. Pada periode ini, seluruh sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) didorong memiliki standardisasi perangkat teknologi," jelas Yan.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama sebagai simbol persahabatan serta solidaritas kelompok pro-demokrasi se-Asia.

















































































