Medan, Gesuri.id — Aktivitas mahasiswa kini tidak lagi terbatas di ruang kelas dan lingkungan kampus. Sebagian besar interaksi generasi muda tersebut justru berlangsung di ruang digital, mulai dari media sosial hingga permainan daring (game online).
Oleh karena itu, nilai-nilai kebangsaan dinilai krusial untuk tetap dihadirkan di tengah kehidupan mereka, termasuk saat beraktivitas di dunia maya.
Pesan tersebut disampaikan oleh Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan, Kompleks CBD Polonial.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Dalam kesempatan itu, Sofyan Tan mengajak mahasiswa tidak hanya memahami dan menghafal Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga mengaplikasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tantangan pengamalan Empat Pilar saat ini telah bergeser ke ruang digital yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan anak muda.
“Pancasila jangan hanya dihafalkan, tetapi harus diamalkan. Ketika berkomentar di media sosial, berdiskusi di ruang digital, atau bermain game online, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman,” ujar Anggota Komisi X DPR RI tersebut.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar kebebasan menyampaikan pendapat—sebagaimana dijamin oleh UUD 1945—tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Perbedaan pandangan semestinya tidak berujung pada penghinaan, perundungan (bullying), ujaran kebencian, maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Sofyan Tan, harus tercermin dalam cara generasi muda menyikapi keragaman suku, agama, budaya, maupun pendapat. Di sisi lain, kecintaan terhadap NKRI dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan serta bersikap kritis agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Politisi yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I ini menilai bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penentu wajah Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu, kemampuan menguasai teknologi informasi harus berjalan selaras dengan pembangunan karakter, rasa tanggung jawab, dan kesadaran kebangsaan.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
“Jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran kita,” pesan Sofyan Tan.
Ia menambahkan bahwa mengamalkan Empat Pilar di era digital tidak harus melalui tindakan-tindakan besar. Langkah sederhana seperti tidak menyebarkan hoaks, menghormati perbedaan pendapat, menghindari perundungan siber, serta menggunakan media sosial secara bijak merupakan bentuk nyata dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Dengan demikian, di tengah arus kehidupan yang semakin banyak diakses melalui layar gawai, persatuan Indonesia tetap dapat tumbuh subur—tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital.

















































































