Medan, Gesuri.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan bahwa MPR RI harus berfungsi sebagai rumah kebangsaan. Lembaga ini dituntut mampu mempertemukan beragam aspirasi masyarakat dalam semangat musyawarah demi kepentingan bersama.
Di tengah keberagaman Indonesia, MPR dinilai memegang peran vital untuk memastikan perbedaan pandangan tidak menjadi pemisah, melainkan justru menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
"MPR itu adalah rumah kebangsaan—tempat bertemunya aspirasi serta perbedaan pandangan dalam membangun kekuatan bangsa," kata Sofyan Tan saat memberikan sambutan pembuka pada Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Aula Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan, Kompleks CBD Polonia, Medan, Sabtu (7/11).
Acara sarasehan tersebut mengangkat tema "Mengenal MPR RI: Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat".

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Sofyan Tan menjelaskan, MPR merupakan wadah permusyawaratan yang merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang. Aspirasi masyarakat tersebut perlu dihimpun melalui wakil-wakilnya untuk kemudian dirumuskan demi mencapai tujuan negara.
Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan sila keempat Pancasila. Musyawarah bukan sekadar mencari suara terbanyak, melainkan proses mendengarkan, mempertimbangkan, dan mengambil keputusan yang paling bijaksana serta adil bagi semua pihak.
Ia juga mengingatkan bahwa tradisi bermusyawarah telah lama hidup dan berakar kuat dalam kebudayaan Nusantara.
"Tradisi marhata-hata di Batak Toba, runggu pada masyarakat Karo, rembug desa, kerapatan adat nagari, hingga subak di Bali adalah bukti bahwa kebiasaan bermufakat dan bekerja sama telah menjadi kearifan bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka," terangnya.
Lebih jauh, Sofyan Tan menilai pemahaman masyarakat terhadap peran MPR perlu terus diperkuat. MPR tidak hanya hadir dalam momen-momen kenegaraan formal, tetapi juga mengemban tugas penting memasyarakatkan nilai-nilai Empat Pilar, mengkaji sistem ketatanegaraan, serta menyerap aspirasi daerah dan lembaga negara.
"Salah satu upaya meningkatkan pemahaman tersebut adalah melalui sarasehan kebangsaan seperti hari ini, yang diselenggarakan langsung di Rumah Aspirasi Anggota MPR di daerah pemilihan," tegasnya.
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur

Sementara itu, Dosen Pancasila Universitas ST Bhinneka, Lisnawati Ginting, S.H., M.H., yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa konsep representasi merupakan pilar penting dalam demokrasi Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang luas, suara rakyat disalurkan melalui wakil-wakilnya agar beragam kebutuhan dapat diperjuangkan dalam mekanisme kenegaraan.
"Rumah kebangsaan bukan berarti seluruh warga harus memiliki pandangan yang sama, melainkan mampu hidup bersama dan menyikapi perbedaan secara bijaksana dengan semangat kekeluargaan serta gotong royong," tutur Lisnawati.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto, S.E., M.Psi., dan Pandapotan Tamba, S.H., M.H., serta Rektor Universitas ST Bhinneka, Bobby Christian Halim, S.T., S.H., M.H., C.P.M. Peserta yang hadir terdiri dari kalangan mahasiswa asal Kabupaten Deli Serdang yang menempuh pendidikan di sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab bersama narasumber.

















































































