Yogyakarta, Gesuri.id – Halaman Gedung DPRD DIY kembali menjadi ruang penyampaian aspirasi. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara dan BEM PTNU Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi untuk menyoroti isu kekerasan terhadap aktivis serta kondisi demokrasi nasional yang dinilai kian mengkhawatirkan, Kamis (8/4).
Kedatangan massa aksi disambut langsung oleh pimpinan dan anggota dewan, di antaranya Wakil Ketua Komisi A Hifni Muhammad Nasikh, Anggota Komisi B Yan Kurnia Kustanto, serta Wakil Ketua Komisi D Anton Prabu Semendawai.
Baca: Ganjar Serukan Indonesia Harus Berdikari di Bidang Kesehatan
Anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan, Yan Kurnia Kustanto, S.E., secara tegas menyatakan dukungannya terhadap tuntutan mahasiswa.
Ia menekankan bahwa marwah Indonesia sebagai negara hukum tidak boleh dicederai oleh praktik kekerasan terhadap warga negara.
"Kami mendukung penuh agar kasus ini diusut tuntas. Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kerakyatan, serta musyawarah," tegas Yan Kurnia di hadapan massa aksi.
Lebih lanjut, Yan memastikan bahwa DPRD DIY akan berdiri bersama masyarakat untuk memastikan nilai-nilai demokrasi tetap terjaga dari segala bentuk ancaman.
"Kami akan terus bersama masyarakat menjaga demokrasi dan menegakkan konstitusi," tambahnya.
Baca: Ganjar Pranowo Dinilai Punya Keberanian Ambil Risiko
Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Miftahun Ni’am, menyampaikan bahwa aksi ini dipicu oleh kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya, terutama para aktivis yang kerap mengalami represi.
Senada dengan itu, Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY, Tegar Pradana, menyebut aksi ini sebagai "peringatan keras" bagi pemerintah.
"Jika negara terus abai, maka mahasiswa dan rakyat tidak akan tinggal diam menghadapi ketidakadilan," ujarnya.

















































































