Jakarta, Gesuri.id — Tudingan panggung rekayasa merebak di balik peringatan Sumpah Pemuda yang digagas Polda Metro Jaya di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kamis (29/10/2026).
Sekretaris PAC PDI Perjuangan Ciracas yang juga mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK), Milchias Jacob, mengecam keras dugaan pelibatan mahasiswa gadungan dalam Deklarasi Sumpah Pemuda tersebut.
Baca: Berita kumpulan ganjar pranowo hari ini
"Ini penghinaan terhadap gerakan mahasiswa! Almamater adalah simbol kehormatan intelektual, bukan kostum yang bisa disewakan. Ketika ada yang memakai jaket kampus lain lalu mengaku dibayar, yang dirusak bukan cuma nama kampus, melainkan marwah seluruh mahasiswa Indonesia," tegas Milchias saat memberikan keterangan, Jumat (30/10).
Milchias menyoroti standar ganda dan perlakuan diskriminatif yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian. Sehari sebelum deklarasi digelar, yakni Rabu (28/10/2026), aksi mahasiswa asli yang menyuarakan kritik di lokasi serupa justru diadang ketat.
Dalam insiden tersebut, wartawan dilarang meliput dan sebanyak 19 orang termasuk satu anak di bawah umur ditangkap serta ditahan hampir 24 jam sebelum akhirnya dibebaskan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Mahasiswa asli yang kritis dihalangi hingga ditangkap, sedangkan mahasiswa gadungan yang membawa narasi pujian justru diberi panggung, pengamanan ekstra, hingga sorotan media. Aparat seharusnya mengayomi seluruh elemen masyarakat, bukan tebang pilih menentukan siapa yang boleh bersuara," lanjutnya.
Atas kejadian ini, Milchias mendesak Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas serta membuka secara transparan sosok penggalang dana maupun dalang di balik pengerahan mahasiswa gadungan tersebut.

















































































