Ikuti Kami

PDI Perjuangan Tanggapi Dugaan Operasi Politik Jokowi soal Isu Ijazah Gibran

Andreas menyindir kemungkinan adanya pihak yang meniru pola politik Jokowi.

PDI Perjuangan Tanggapi Dugaan Operasi Politik Jokowi soal Isu Ijazah Gibran
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira.

Jakarta, Gesuri.id – PDI Perjuangan menanggapi pernyataan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengenai dugaan operasi politik di balik kembali mencuatnya isu ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sejumlah politikus PDI Perjuangan mempertanyakan pihak yang diduga berada di balik isu tersebut dan justru melontarkan kritik terhadap dinamika politik pada masa pemerintahan Jokowi.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai dugaan operasi politik tersebut perlu dilihat dari pihak yang memiliki kekuasaan. Ia pun menyindir kemungkinan adanya pihak yang meniru pola politik Jokowi.

"Kalau operasi seperti ini hanya mungkin dilakukan oleh orang yang berkuasa. Terus mau tuduh siapa? Mungkin yang melakukan operasi ini belajar dari yang sekarang omong," ujar Andreas.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Sementara itu, politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menyampaikan pandangan berbeda mengenai dugaan operasi politik tersebut. Ia justru menilai proses politik yang mengantarkan Gibran ke panggung kepemimpinan nasional perlu menjadi perhatian.

Guntur menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023, penerbitan surat keterangan penyetaraan ijazah, serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 Pasal 18 ayat (3).

"Justru sebaliknya, lolosnya Gibran itu karena operasi politik. Operasi politik melalui Putusan MK 90/2023, operasi politik Suket yang tidak ada dasar ijazahnya bisa keluar sehari, serta operasi politik PKPU Nomor 19/2023 Pasal 18 ayat 3," kata Guntur saat dihubungi pada Jumat (16/10/2026).

Menurut Guntur, sejumlah proses tersebut merupakan hal yang ia nilai sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan pada masa pemerintahan Jokowi. Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan posisi Jokowi sebagai ayah Gibran serta hubungan keluarga Jokowi dengan Anwar Usman, yang pernah menjabat sebagai Ketua MK.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Operasi politik memanipulasi kekuasaan terutama oleh presiden yang berkuasa saat itu, Jokowi bapaknya Gibran dan Anwar Usman adik ipar Jokowi sekaligus paman Gibran," ujar Guntur.

Sebelumnya, Jokowi menanggapi kembali mencuatnya polemik ijazah yang menyeret namanya dan Gibran. Ia mengaku tidak terlalu mempersoalkan isu tersebut, tetapi menduga ada operasi politik yang bertujuan merusak reputasi dirinya dan putranya.

Jokowi juga menilai isu ijazah tersebut berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan lain. Ia menduga munculnya kembali isu itu berkaitan dengan upaya politik yang secara khusus menyasar dirinya dan Gibran.

Meski demikian, dugaan mengenai adanya operasi politik maupun tudingan terkait proses politik yang mengantarkan Gibran menjadi wakil presiden merupakan pernyataan para pihak yang bersangkutan. Penilaian tersebut perlu dibedakan dari fakta yang telah dibuktikan melalui proses hukum atau verifikasi independen.

Quote