Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, memberikan catatan kritis terkait penggunaan metode fire walk atau berjalan di atas bara api dalam pembentukan karakter calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan.
Vita mengapresiasi upaya institusi dalam membangun keberanian, daya juang, dan kepercayaan diri para calon pegawai. Namun, ia mengingatkan agar pembentukan mental tidak mengesampingkan prinsip dasar manajemen risiko dan budaya keselamatan.
"Sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang setiap hari mengedukasi pentingnya pencegahan risiko kerja, BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi teladan utama dalam menerapkan standar keselamatan pada setiap aktivitasnya, termasuk dalam pendidikan dan pelatihan pegawai," ujar Vita.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Menurut Vita, hal mendasar yang perlu diperhatikan bukanlah semata metode pelatihan, melainkan relevansi serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Kualitas insan BPJS Ketenagakerjaan diuji melalui kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar ketahanan fisik melintasi rintangan ekstrim.
"Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api, melainkan oleh integritas dalam mengelola amanah, profesionalisme kerja, serta empati terhadap peserta," tegasnya.
Ia menambahkan, indikator utama keberhasilan pegawai adalah kecepatan dan kualitas pelayanan dalam memastikan setiap pekerja mendapatkan hak perlindungan melalui lima program utama:
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
2. Jaminan Kematian (JKM)
3. Jaminan Hari Tua (JHT)
4. Jaminan Pensiun (JP)
5. Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
Sebagai mitra pengawas, Komisi IX DPR RI pada prinsipnya mendukung setiap inovasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai kebutuhan organisasi dan terukur manfaatnya, selama tetap mengedepankan keselamatan.
Vita menekankan bahwa keberanian simbolis tidak boleh mengaburkan esensi utama dari pelayanan publik itu sendiri.
"Momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi publik dibangun melalui budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengutamakan keselamatan, dan konsisten menghadirkan pelayanan terbaik. Itulah fondasi sesungguhnya untuk menjaga kepercayaan masyarakat," tutup Vita.

















































































