Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa berharap proses seleksi calon kepala sekolah dilakukan dengan transparan, termasuk terbuka kepada media massa.
Hal ini juga sesuai dengan visi misi yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati Natakusumah.
Seperti diketahui seleksi kepala sekolah yang saat ini sedang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten diduga dikondisikan agar proses seleksinya tidak terendus wartawan.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Apalagi, setelah sebelumnya diberitakan ada praktik pengamanan puluhan jabatan kepala sekolah untuk sejumlah kandidat dan dugaan adanya praktik uang dalam proses tersebut.
“Tentu kita berharap prosesnya dilakukan secara transparan, dengan moralitas etik birokrasi yang luhur sesuai dengan salah satu bagian misi Pak Gubernur dalam menghasilkan dan membentuk sumber daya manusia kita di Provinsi Banten,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten transparan dengan proses seleksi ini. Sebab hanya dengan terbuka dan transparan, maka dia yakin akan menghasilkan kepala sekolah-kepala sekolah yang berkualitas yang bisa memberikan banyak perubahan kepada sekolah.
“Dengan proses yang transparan saya yakin akan menghasilkan the right man on the right place”.
Sebelumnya, Yeremia juga menyayangkan apalagi dalam proses seleksi calon kepala sekolah itu tersiar ada permainan, termasuk permainan uang. Menurutnya itu adalah korupsi yang bertentangan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati Natakusumah.
Baca: Ganjar Sebut Kehadiran Megawati Bertemu Presiden Prabowo
Karena salah satu bagian visi dari Pak Gubernur adalah tidak korupsi yang mesti dijalankan oleh semua jajaran, dan dunia pendidikan kita akan sulit berbenah. Kita butuh orang-orang yang dengan kompetensi tepat dalam meningkatkan mutu pendidikan, manajerial kuat dalam membenahi berbagai persoalan di lingkungan sekolah, visioner dalam mengelola sekolah dengan penuh inovasi dan ownership kuat.
“Kita menyayangkan kalau ada praktik uang bro, karena salah satu bagian visi dari Pak Gubernur adalah tidak korupsi yang mesti dijalankan oleh semua jajaran, termasuk dindik. Dengan tidak menjalankan visi misi itu, dunia pendidikan kita akan sulit berbenah,” katanya.
Yeremia mengungkapkan, Banten membutuhkan orang-orang yang dengan kompetensi tepat dalam meningkatkan mutu pendidikan, manajerial kuat dalam membenahi berbagai persoalan di lingkungan sekolah, dan visioner dalam mengelola sekolah dengan penuh inovasi dan ownership kuat.

















































































