Ikuti Kami

Ganjar Harap Peserta Pemilu Tampilkan Ide-ide Membangun

Peserta pemilu diharapkan bisa menampilkan ide-ide yang membangun dan bisa menyelesaikan masalah.

Ganjar Harap Peserta Pemilu Tampilkan Ide-ide Membangun
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Semarang, Gesuri.id – Menandai dimulainya tahapan kampanye Pemilu 2019 yang berlangsung mulai 23 September 2018 hingga 14 April 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Polda Jawa Tengah menyelenggarakan Deklarasi Kampanye Damai Serentak Pemilu 2019 di Lapangan Pancasila, Semarang, Minggu (23/9) pagi.

Baca: Ganjar: Anggota Parpol Jangan Jadi Kompor

Deklarasi dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, perwakilan peserta pemilu mulai dari calon legislatif DPR RI, DPRD Jateng hingga DPD RI, serta para perwakilan dari partai politik. Turut hadir pula masyarakat, jajaran TNI/Polri, para pelajar, Banser, Hingga pengemudi ojek online yang mendukung terselenggaranya kampanye damai Pemilu 2019 di Jateng.

Gubernur Ganjar dalam sambutannya meminta agar dalam pelaksanaan kampanye nanti para peserta pemilu bisa menampilkan ide-ide yang membangun dan bisa menyelesaikan masalah, dengan penggunaan diksi yang menarik dan memikat. Dengan begitu bisa menjaga perasaan lawan politiknya. Sehingga kampanye Pemilu 2019 bisa berlangsung damai, aman, dan sejuk.

“Yang sejuk itu, yang selalu menyampaikan pikiran-pikiran yang membangun, pikiran-pikiran yang konstruktif, ide-ide brilian dan problem solving. Yang ngaco itu kalau teriaknya lantang, sudah begitu menembak individu pribadinya, menjelek-jelekan. Tentu itu tidak baik,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan deklarasi itu digelar agar selama masa kampanye yang berdurasi kurang lebih 6,5 bulan, peserta pemilu, masyarakat dan juga penyelenggara pemilu bisa merawat keutuhan NKRI. Yakni dengan mengedepankan etika, sopan santun, dan tidak menyinggung perasaan peserta pemilu lainnya maupun masyarakat, saat menyampaikan visi, misi dan program peserta pemilu.

“Persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa yang dibangun dari keberagaman suku, agama, ras, dan berbagai golongan di tengah-tengah masyarakat, harus senantiasa kita rawat, kita jaga, dan kita pertahankan sampai kapan pun. Untuk itu, dalam pelaksanaan kegiatan kampanye ini mari kita senantiasa mengedepankan etika, sopan santun, baik dalam mengemukakan visi misi dan program serta mengkritisi visi misi dan program bagi peserta pemilu yang lain,” katanya.

Dalam deklarasi tersebut peserta pemilu berikrar menjaga semangat integritas, persatuan dan kesatuan, serta bertekad menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Jateng. Antara lain melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, tanpa politik SARA, tanpa politik uang, serta melaksanakan kampanye sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca: Jelang Pemilu, Ganjar: Tukang Fitnah Jadi Profesi Baru

Joko menekankan, selama kampanye, alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye difasilitasi oleh KPU, bukan perorangan. Dalam melaksanakan kampanye pun peserta pemilu harus memberitahu penyelenggara pemilu atau aparat keamanan, guna menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, penempatan APK tidak boleh di tempat yang tidak dilarang menurut Perda, Pergub, Perbup, atau Perwalkot masing-masing daerah.

“Kalau memasang APK di rumah sendiri tidak masalah karena itu rumah sendiri. Dan saat ini untuk branding mobil juga dibolehkan, jadi masing-masing calon boleh mem-branding pada mobil secara pribadi,” ujarnya.

Quote