Ikuti Kami

Mendagri : WNA Pemilik e-KTP Sudah Dihapus dari DPT

WNA tidak memiliki hak suara dalam Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Mendagri : WNA Pemilik e-KTP Sudah Dihapus dari DPT
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Jakarta, Gesuri.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memastikan warga negara asing (WNA) yang memiliki KTP elektronik (e-KTP) tidak memiliki hak suara dalam Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Jika beberapa waktu lalu ada beberapa WNA yang memiliki KTP elektronik dan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Tjahjo memastikan daftar itu sudah dihapus seluruhnya.

Baca: Warga Negara Asing Bisa Punya e-KTP, Tapi…

Hal itu disampaikan langsung oleh Tjahjo di sela acara Rapat Koordinasi Nasional Perpustakaan Seluruh Indonesia, Kamis (14/3).

"Saya pastikan seluruh WNA yang punya KTP elektronik, tidak boleh memiliki hak suara dalam Pemilu 2019," Tjahjo.

Tjahjo juga menegaskan saat ini jumlah WNA yang memiliki KTP elektronik berjumlah 1.603 WNA. Dan Tjahjo mengakui 103 di antaranya terselip di daftar pemilih tetap.
 
"Tapi Kemendagri dan KPU memastikan sudah menghapus seluruh WNA di DPT," kata Mendagri.

Baca: Tjahjo: KTP Bagi WNA Lewat Proses Panjang & Selektif

Seperti diketahui, belum lama ini kontroversi mencuat lantaran ditemukannya beberapa nama WNA dalam DPT Pemilu 2019. Hal itu dikarenakan mereka memiliki KTP Elektronik, sehingga mudah untuk masuk DPT.

Kementerian Dalam Negeri sendiri sudah menegaskan, kepemilikan KTP untuk warga asing memang diatur Undang-undang Kependudukan. WNA yang berhak mendapatkan KTP adalah yang memiliki izin tinggal tetap berdasarkan peraturan imigrasi. Akan tetapi, WNA tersebut tidak bisa memiliki hak pilih dalam pemilu.

Quote