Ikuti Kami

PPP Berkoalisi, Penting Dalam Demokrasi Pilwakot Semarang 

Meskipun PPP tidak memiliki perwakilan di DPRD Semarang. 

PPP Berkoalisi, Penting Dalam Demokrasi Pilwakot Semarang 
Ilustrasi. Keputusan koalisi dinyatakan usai pertemuan tertutup antara PPP-PDI Perjuangan Semarang di kediaman Ketua PDI Perjuangan Semarang, Hendrar Prihadi, Semarang, Selasa (4/2).

Semarang, Gesuri.id - Kadar Lusman, Sekretaris PDI Perjuangan Semarang meyakini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki peran penting dalam proses demokrasi di Pilwalkot Semarang.

Keyakinan itu meski PPP tidak memiliki perwakilan di DPRD Semarang. 

Baca: Pilkada Pangandaran, PPP Jihad Menangkan Politisi Banteng

PPP memang telah menyatakan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dalam perhelatan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2020.

Keputusan koalisi ini dinyatakan usai pertemuan tertutup antara PPP-PDI Perjuangan Semarang di kediaman Ketua PDI Perjuangan Semarang, Hendrar Prihadi, Semarang, Selasa (4/2).

"Hari ini, PPP juga sudah mantap menyampaikan sikap sepakat berkoalisi. Tentu hal ini menjadi sebuah hal yang positif. Dengan hampir semua elemen partai politik berkualisi, kondusifitasnya nanti akan semakin terjaga. [Dengan ini], keberlanjutan pembangunan tidak akan terganggu oleh proses demokrasi. Saya rasa semarang ini istimewa dan tidak seperti daerah-daerah lainnya," ujar Lusman.

Adapun PPP menyusul partai-partai koalisi PDI Perjuangan lainnya yang sebelumnya sudah bergabung dalam koalisi yaitu Demokrat, Nasdem, Golkar, Gerindra, dan PAN.

Ketua PPP Semarang M. Tafrikhan Marzuki menyatakan, bergabungnya sosok yang biasa dipanggil Hendi ini sebagai anggota Nahdliyin (atau warga Nahdlatul Ulama (NU)) menjadi salah satu alasan berkoalisi.

"Dengan Kartu Tanda Anggota NU (KARTANU) Pak Hendi secara pribadi, sesungguhnya di Semarang, ada unsur nasionalis-religius. Maka, [terkait] hal-hal ke depan yang belum tertangani, kita dari PPP dan kekuatan sosial lainnya akan bersama-sama terus membantu," ujar Tafrikhan.

Dengan partai-partai koalisi secara keseluruhan, calon Wali Kota Semarang yang akan diusung oleh koalisi bersama telah mengantongi dukungan 38 kursi DPRD. Jumlah tersebut menyisakan PKS dengan 6 kursi, PKB dengan empat kursi, dan PSI dengan dua kursi.

Apabila ketiga partai tersebut tak kunjung sepakat dengan PDIP, ada kemungkinan akan muncul satu calon pasangan lagi selain petahana di Pilwalkot Semarang 2020.

Baca: Solidkan Koalisi, PDIP-PPP Akan Bentuk Tim Bersama

Jika PKS Semarang yang sebelumnya telah membuka komunikasi sepakat untuk berkoalisi, Pilwalkot akan diisi oleh pasangan calon tunggal. Bergabungnya PKB pun juga dapat memperkuat prediksi calon tunggal. Namun, dengan syarat minimal dukungan calon wali kota sebanyak sepuluh kursi DPRD Semarang, PSI Semarang dengan dua kursi tak dapat berperan besar.

Quote