Jakarta, Gesuri.id - Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bali sekaligus Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, menegaskan pentingnya pembinaan atlet catur sejak usia dini sebagai upaya mencetak generasi muda yang cerdas, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Bali 2026 di Gedung Balai Pesamuan Kerti Widya Mandala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, dikutip Rabu (24/6/2026).
“Catur mengajarkan anak-anak untuk berpikir sebelum bertindak, menyusun strategi, dan mencari jalan keluar dari setiap persoalan. Karena itu saya yakin atlet catur akan tumbuh menjadi generasi yang tidak mudah menyerah dan tidak gampang frustrasi menghadapi tantangan,” ujar Parta.
Menurut Parta, olahraga catur tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memiliki nilai pendidikan karakter yang kuat. Melalui permainan catur, anak-anak dilatih untuk berpikir strategis, mengambil keputusan secara tepat, serta mampu mencari solusi dalam berbagai situasi kehidupan.
Politisi asal Bali tersebut juga mengapresiasi konsistensi Kabupaten Klungkung dalam mendukung pembinaan olahraga catur. Ia menilai Kejurprov menjadi wadah penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet di daerah sekaligus menjaring talenta-talenta muda yang berpotensi mengharumkan nama Bali di tingkat nasional maupun internasional.
Kejurprov Catur Bali 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Klungkung, I Made Satria. Dalam sambutannya, Satria menegaskan bahwa catur merupakan olahraga yang mampu membentuk karakter generasi muda karena mengajarkan kecerdasan, kesabaran, disiplin, serta tanggung jawab dalam mengambil keputusan.
“Setiap langkah dalam permainan catur mengandung nilai strategis yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu pembinaan olahraga ini sangat penting untuk mencetak generasi yang berkarakter dan berprestasi,” kata Satria.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurprov sekaligus Ketua Percasi Klungkung, I Gusti Ngurah Martika, menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti 281 atlet yang terdiri atas 184 atlet putra dan 97 atlet putri. Para peserta berasal dari delapan kabupaten dan kota di Bali, sementara Kabupaten Jembrana tidak mengirimkan wakilnya.
Untuk menjamin kualitas pertandingan, panitia menugaskan 19 wasit dan juri bersertifikat nasional yang akan memimpin seluruh rangkaian pertandingan selama tiga hari hingga 23 Juni 2026.
Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari kelompok senior putra dan putri hingga kelompok yunior yang terbagi dalam tujuh kategori usia, yakni U-7, U-9, U-11, U-13, U-15, U-17, dan U-19.
Ajang Kejurprov Catur Bali 2026 diharapkan menjadi sarana pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit unggul catur Bali yang nantinya mampu bersaing dan berprestasi di level nasional maupun internasional.

















































































