Ikuti Kami

Romy Soekarno: Pancasila Jadi Kemudi Etika Hadapi Perkembangan AI dan Algoritma Digital

Pancasila bukan sekadar rumusan yang diletakkan dalam dokumen negara.

Romy Soekarno: Pancasila Jadi Kemudi Etika Hadapi Perkembangan AI dan Algoritma Digital
Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai kemudi etika dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta algoritma digital yang kian masif memengaruhi persepsi publik. Menurutnya, ideologi negara harus menjadi perisai utama Indonesia dalam meredam ancaman fragmentasi sosial, intoleransi, hingga polarisasi masyarakat di era kecerdasan buatan.

"Pancasila bukan sekadar rumusan yang diletakkan dalam dokumen negara. Pancasila adalah pandangan hidup bangsa, arah moral bangsa, sebagai kekuatan pemersatu masyarakat Indonesia yang sangat majemuk," kata Romy, dikutip Senin (7/9/2026).

Romy menyampaikan pandangan tersebut dalam seminar web bertajuk Penguatan Ideologi Pancasila yang diikuti secara daring di Jakarta pada Kamis (3/9/2026). Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak boleh sekadar mengendap dalam naskah sejarah, melainkan harus diintegrasikan ke dalam dinamika ruang digital.

Politikus PDI Perjuangan tersebut merinci implementasi lima sila Pancasila dalam ranah teknologi, mulai dari penanaman toleransi beragama hingga penghentian aksi perundungan siber (cyberbullying) demi menjaga harkat dan martabat manusia.

Menurut Romy, nilai persatuan dan demokrasi juga wajib diwujudkan melalui dialog yang konstruktif serta penghentian penyebaran berita bohong yang berpotensi memecah belah bangsa.

Mengenai pilar keadilan sosial, Romy menegaskan penetrasi digitalisasi serta pemanfaatan AI tidak boleh hanya dikuasai oleh kelompok elit tertentu. Ia memperingatkan pemerintah agar jurang pemisah teknologi (digital divide) tidak menjelma menjadi bentuk ketimpangan sosial baru di tengah masyarakat.

"Jangan sampai digital divide menjadi bentuk baru ketimpangan sosial. Dalam Artificial Intelligence, kita pun membutuhkan orientasi etik," ucapnya.

Oleh sebab itu, Romy mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil peran pionir dalam membangun ekosistem digital nasional yang berkarakter kuat.

Salah satu terobosan strategis yang diusulkannya adalah pengembangan gagasan "AI Merah Putih" demi mengamankan kedaulatan data serta informasi nasional.

"Teknologi menjawab 'bagaimana' (how), tapi Pancasila harus menjawab 'mengapa' (why) dan 'untuk siapa' (for whom). Kita harus mempunyai kemampuan menjaga data dan kedaulatan informasi kita," ujarnya.

Di samping itu, Romy mendorong perombakan total pada metode edukasi Pancasila bagi Generasi Z dan Generasi Alpha agar meninggalkan pola doktrinasi kaku yang membosankan.

Pembelajaran nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda, kata dia, disarankan bergeser ke arah pengalaman nyata berbasis praktik kehidupan sehari-hari.

"Saya menyarankan dari hafalan menjadi pengalaman, dari 'knowledge' (pengetahuan) jadi 'behavior' (perilaku), dari slogan menjadi 'living values' (nilai hidup)," pungkasnya.

Quote